Beranda

Polda Sultra Didesak Segera Tuntaskan Kekerasan Jurnalis di Muna

Puluhan jurnalis merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan turun ke jalan menggelar unjuk rasa. (Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak untuk segera menuntaskan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan staf tata usaha Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha terhadap salah seorang jurnalis media cetak yang bertugas di Kabupaten Muna.

Desakan itu diutarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari saat melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day di Polda Sultra, Rabu (3/5).

Para wartawan lebih dahulu melakukan orasi di perempatan jalan MTQ  Square Kendari. Setelah kurang lebih 30 menit, para wartawan menuju ke markas Polda Sultra.

Kordinator aksi, La Ode Kasman Angkosono dalam orasinya mengatakan, Hari Kebebasan Pers Sedunia sebagai momentum untuk merefleksi adanya intimidasi dan kekerasan jurnalis.

Khusus di Sultra, dugaan kekerasan menimpah salah seorang jurnalis media cetak, Kolaka Pos bernama Ahmad Evendi oleh beberapa oknum staf tata usaha RSUD Raha pada 27 Maret 2017.

“Kasus ini sudah beberapa bulan bergulir tapi belum juga naik ke tingkat penyidikan. Kami minta Polres Muna segera menuntaskan kasus ini, karena terkesan lambat proses hukumnya,” koar Kasman.

Pria yang akrab disapa Kasman ini meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigadir Jenderal (Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Andap Budhi Revianto untuk tetap komitmen dalam penyelesaian kasus ini.

“Bila perlu, kalau Polres Muna tak kunjung menentuskan kasus dugaan kekerasan terhadap kawan kami ini, maka kami minta kepada Polda Sultra untuk mengambil alih proses penyelidikan,” tegasnya.

Divisi Advokasi AJI Kendari ini berharap, Kapolda Sultra juga terus melakukan pemantauan atas kasus ini, agar prosesnya hukumnya berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sayangnya, saat melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sultra, puluhan jurnalis tidak bisa bertemu secara langsung Kapolda untuk menyampaikan semua tuntutannya.

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh menegaskan, kasus itu masih tetap bergulir.

“Kasusnya masih tetap jalan, Polres Muna masih akan meminta keterangan ahli dari Dewan Pers,” tuntas perwira polisi dengan satu melati di pundak ini. (m2/iis)

To Top