Peraih Nilai Tertinggi Ini, Anak Seorang PKL – Berita Kota Kendari
Headline

Peraih Nilai Tertinggi Ini, Anak Seorang PKL

Muhammad Achir Suci Ramadhan (FOTO:SUMRDIN/BKK)

KENDARI, BKK – Siswa SMA Negeri 4 Kendari, Muhammad Achir Suci Ramadhan meraih total nilai ujian nasional (UN) tertinggi tahun 2017 dari seluruh siswa se-Sultra dengan total nilai 363. Siapa sangka, siswa berprestasi ini ternyata anak seorang pedagang kaki lima (PKL).

Orang tua yang berbahagia itu Aliuddin, sehari-hari berprofesi sebagai PKL di Pasar Baru Wua wua, dan istrinya Wa Hanuria hanya seorang ibu rumah tangga.

Dengan keterbatasan ekonomi keluarganya, tak membatasi langkah dan semangat Achir meraih prestasi.  Achir meraih nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika, dan hampir sempurna untuk mata pelajaran lainnya. Misalnya, Bahasa Indonesia nilainya 90.00, Bahasa Inggris 88.00, dan Fisika 85.00.

Saat ditemui di sela-sela pengurusan berkas administrasi internal sekolahnya, Achir sapaan akrabnya mengungkapkan, ia baru mengetahu sebagai lulusan terbaik setelah ia diberi tahu oleh guru-gurunya usai pengumuman kelulusan, Selasa (2/5).

Ia menceritakan, pola belajar yang ia lakukan selama ini hampir sama dengan siswa pada umumnya. Namun, ia lebih tergantung pada suasana hatinya.

Ia beralasan, dengan kondisi hati yang baik tentunya akan mempengaruhi terhadap konsentrasi dan akan lebih fokus dalam menyerap pelajaran yang ia pelajari. Konsidi itu juga menurutnya, akan membuat betah belajar lama.

“Maka dari itu saya upayakan selalu perasaan hatiku itu selalu tenang agar belajarnya selalu fokus dan  belajarnya selalu dibawa asyik,” ujar siswa yang beberapa kali mengikuti lomba tingkat nasional ini.

Adapun prestasi yang pernah diraih siswa berperawakan kalem tersebut yaitu pernah meraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebanyak tiga kali. Diantaranya Olimpiade Sains Brawijaya dan pernah mengikuti seleksi untuk mewakili Indonesia untuk kejuaraan olimpiade sains di luar negeri.

Achir mengaku, pola belajar yang dilakukan secara monoton akan membuat dirinya merasa stres.

Makanya, di sela-sela waktu belajarnya ia bisa melakukan hal lain, seperti bermain dan berdiskusi dengan teman-temannya.

Selama di bangku sekolah, Achir tidak tertarik dengan organisasi eksternal sekolah. Ia lebih fokus terhadap organisasi yang berhubungan dengan organisasi internal sekolah yang berhubungan dengan aspek-aspek akademik, sehingga ia bergabung dengan organisasi siswa gemar matematika SMAN 4 Kendari, Astronomi dan menyukai mata pelajaran Fisika dan akhir-akhir ini mulai tertarik dengan Bahasa Inggris.

“Saya merasa tertarik dengan mengikuti organisasi eksternal sekolah nanti pada saat sudah duduk di bangku kuliah nanti,” ucap anak yang terlihat tenang tersebut.

Dalam melakukan kegiatan belajarnya pun, Achir lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah hingga pulang ke rumah saat sore hari. Makanya, waktu di rumah kebanyakan ia gunakan untuk beristirahat.

Menjelang pelaksanaan UN, Achir mengaku memang lebih banyak belajar. Namun, saat malam ia selalu beristirahan lebih awal sehingga saat pelaksanaan ujian ia dalam kondisi yang baik.

Dengan kecerdasannnya itu, saat ini pun ia sudah diterima dan terdaftar sebagai salah satu  calon mahasiswa di Universitas Indonesia (UI) Jakarta Jurusan Ilmu Komputer. Achir masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan tercatat juga sebagai mahasiswa Bidik Misi.

“Sekarang saya sudah terdaftar  sebagai calon mahasiswa di UI Jakarta dan sekarang saya sudah memulai mempersiapkan berkas-berkas yang akan diperlukan nantinya pada saat berada di UI nanti,” pungkas siswa berkacamata ini.

Ia menambahkan, di bangku kuliah ia sengaja mengambil jurusan ilmu komputer karena menurutnya jurusan tersebut mempunyai prospek cerah ke depannya. Terbukti, saat ini perkembangan IT di Indonesia semakin pesat sehingga lapangan pekerjaan di bidangnya semakin terbuka.

“Saya bercita-cita agar menjadi programmer profesional yang bisa mendapatkan uang dari situ dan sekarang saya sudah menguasai kompotitif programming tapi belum bisa membuat program. Itulah sebabnya saya mau menekuni ilmu komputer,” tutup anak bungsu dari dua bersaudara tersebut.

Achir adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya, Nelly Rizkiawati saat ini sedang menempuh pendidikan di Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO).  (p12/nur)

To Top