Kasus OTT Konsel, Terang di Awal, Lalu Gelap – Berita Kota Kendari
Headline

Kasus OTT Konsel, Terang di Awal, Lalu Gelap

Ketua LSM Lapar, Muh Fitrah Ridha

Andoolo, BKK – Masih ingat dengan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konsel? Kasus ini dulu begitu menghentak publik, bukan saja masyarakat Konsel tapi juga Sultra, apalagi saat itu lagi ramainya OTT pungli.

Tapi sayangnya penanganan kasus ini seperti hilang ditelan bumi. Pihak Polres Konsel, kini terkesan menyembunyikan penyelesaian kasus.

Kinerja Polres Konsel  dinilai lamban dalam menangani berkas kasus ini. Buktinya, kasus ini terjadi Februari 2017 lalu, namun hingga sekarang belum melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri (kejari) Andoolo.

Kritikan tersebut disampaikan langsung Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penegak Aspirasi Repormasi Indonesia (Lapar), Fitrah Ridha yang ditemui di rumahnya Rabu (3/5).

“Ini kasus sudah berbulan bulan seharusnya sudah diserahkan karena barang bukti ada dan Tim Saber pungli Polres Konsel sendiri saat itu lakukan OTT di dinas Dikbud konsel jadi tidak ada alasan keterlambatan dalam penaganan kasus ini,” jelasnya Ridha.

Ridha menilai kasus OTT pungli Dinas Dikbud Konsel seperti ada permainan karena selalu mengulur ngulur waktu sehingga berkas kasus tersebut tak kunjung dirampungkan.

“Untuk kasus saber pungli tidak dibenarkan ada penangguhan penahanan  tapi yg terjadi beberapa saksi yang telah distatuskan menjadi tersangka ada penangguhan penahanan dan mirisnya penjamin dari tersangka ini ternyata Sekda konsel jadi ini patut diduga ada permainan,” terangnya

LSM Lapar mendesak Polres Konsel untuk segera melimpahkan kasus OTT kepihak Kejari Andoolo yang mana sebenarnya kasus pungli tidak ada alasan untuk dilakukan pemeriksaan tambahan pada saksi lain lagi sebagaimana alasan pihak Polres Konsel karena barang bukti sudah ada.

” Penyidikan perkara OTT jangan hanya berhenti pada oknum yang tertangkap saja tetapi sebenarnya mereka menerima perintah atasan boleh perlu untuk semua kepala bidang atau diatasnya yang terkait OTT untuk segera melakukan pemeriksaan rekening aliran dan,” pintanya.

Dia menambahkan Untuk polri secara umum harus diberikan apresiasi karena program nawacita Presiden Jokowi menitik beratkan pada lembaga Polri.

“Jadi Polres konsel juga harus kerja secara maksimal jangan lamban tangani kasus yang nyata nyata sudah ada barang bukti,” jelasnya

Sehubungan hal itu, Kasat Reskrim Polres Konsel, Iptu Ismail saat dikonfirmasi Rabu (3/5) melalui telepon selularnya mengatakan berkas kasus OTT pungli pada Dinas Dikbud Konsel masi dalam tahap perampungan berkas karena masi ada beberapa saksi yang masi akan diperiksa.

“Keterlambatan pemeriksaan terhadap saksi karena saat ini dinas Dikbud Konsel sedang sibuk menghadapi ujian nasional jadi untuk sementara kita tunggu hingga selesai baru kita lakukan pemeriksaan lagi terhadap saksi saksi lainnya,” terangnya.

Selain itu, kata Ismail, personil Polres Konsel sangat terbatas dalam membantu pemeriksaan terhadap saksi saksi namun hal itu tidak menjadi kendala yang sangat signifikan.

“Beberapa anggota Polres banyak melakukan pengamanan diluar daerah sperti ada beberapa aanggota yang diperbantukan untuk melakukan pengamanan di Bombana jadi ini juga merupakan kendala kita dalam keterbatasan anggota,” terangnya.

Namun, kata dia, kasus tersebut akan segera dirampungkan walapun mengalami sedikit kendala dan berharap Polres Konsel diberikan waktu untuk konsentrasi dalam menangani kasus tersebut agar bisa secepatnya menyelesaikannya.

“Jadi biarkan kami bekerja sesuai prosesur karena kasus seperti ini memang agak lama banyak yang harus disiapkan menuju pelimpahan berkas ke kejaksaan,” katanya.(cr13/lex)

To Top