Beranda

Fachlawi Mujur Memang Mujur atau Jaksa yang Ngawur

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Fachlawi Mujur memang mujur. Tersangka dugaan penunggakan pembayaran royalti PT Panca Logam Makmur (PLM) yang merugikan negara hingga Rp 9 miliar ini tidak dapat ditemukan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dalam pelariannya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra Janes Mamangkey soal mengatakan, Jumat (28/4), pihaknya masih melakukan pencarian terhadap Kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM itu.

“Sejak kami tetapkan dia ke dalam daftar pencarian orang (DPO), hingga kini kami belum menemukan di mana keberadaannya,” aku Janes.

Sejauh ini, lanjut dia, berdasarkan hasil laporan tim yang dibentuk untuk melacak keberadaan tersangka, telah menginformasikan jika keberdaan tersangka sudah tidak lagi di Sultra.

“Laporan terakhir yang kami terima, Fachlawi sudah tidak lagi ada di sini,” jelasnya.

Janes menambahkan, Fachlawi sendiri ditetapkan sebagai DPO Kejati Sultra karena tidak lagi menunjukan sikap kooperatifnya. Sebanyak tiga kali tidak menghadiri panggilan jaksa untuk pemeriksaannya sebagai tersangka.

“Sebelum kita tetapkan dia sebagai DPO, kita sudah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, bahkan kami sudah mencoba melakukan pemanggilan paksa,” pungkasnya.

Diketahui juga, PT PLM dalam kasusnya telah melakukan dua pelanggaran hukum sekaligus yakni di tahun 2010-2011 melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 12 miliar.

Kemudian, di tahun 2012-2015 tidak menyetorkan PNBP (royalti) yang mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga Rp 9 miliar dan menyeret Kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM Fachlawi Mujur sebagai tersangka.

Dari hal itu, pihak Kejati Sutra telah menahan dua tersangka yaitu karyawan accounting PT PLM Made Susastra dan Wakil Direktur PT PLM Rizal Fachreza. (cr5/iis)