Shukoi Meliuk-liuk, Ih Asyiknya – Berita Kota Kendari
Headline

Shukoi Meliuk-liuk, Ih Asyiknya

Atraksi tiga pesawat jet tempur sukhoi diangkasa Kota Kendari, pada puncak perayaan HUT ke 53 Sultra, kamis. (Foto Antara/ Suparman)

Kendari, BKK – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Tenggara yang jatuh pada 27 April dimeriahkan dengan atraksi pesawat tempur Sukhoi di angkasa Kota Kendari, Kamis (27/4).

Aksi tiga jet tempur Sukhoi dari Skuadron 11 Hasanuddin Makassar itu, menyedot perhatian warga Kota Kendari dan warga Sultra yang turut hadir menyaksikan upacara HUT Sultra ke-53 yang dipusatkan di kawasan eks MTQ Sultra.

Tiga tempur Sukhoi terbaru pertama kali melintas di arena upacara sekitar pukul 10.00 Wita dari arah timur menuju barat, melesat tepat di samping kanan tugu Religi atau tugu persatuan.

Awalnya ketiga pesawat hanya melintas dalam formasi biasa saja, lalu ketiga pesawat melakukan atraksi dari arah selatan ke utara sehingga melewati panggung kehormatan dengan suara gemuruh yang sangat keras. Lalu melesat dan badan pesawat meliuk-liuk dan memutar beberapa kali.

“Ih asyiknya,” ujar Ghafur salah seorang anak yang menonton aksi itu.

Setelah itu ketiga pesawat melakukan atraksi dari arah yang berlawanan. Atraksi ketiga ketiga pesawat muncul dari timur atau belakang panggung ke hormatan, melesat dan tepat di atas tugu religi membentuk formasi V di mana satu pesawat bermanuver kekiri, pesawat kedua bermanuver lurus, sedangkan pesawat ketiga bermanver kekanan. Lalu ketiganya meliuk-liuk sambil memutar balik peswatnya.

Aksi itu tentu saja mengagumkan masyarakat, sehingga banyak diantara mereka berusaha mengarahkan telepon seluler di tangannya untuk mengabadikan momentum penting dan menarik tersebut.

Seluruh kepala desa dan lurah, serta camat se-Sultra yang berada di lokasi upacara juga mengabadikan momentum itu dengan cara merekam.

Masyarakat bertambah antusias lagi ketika komentator menyebutkan jika atraksi tersebut dipimpin salah satu putra terbaik Sultra di Angkatan Udara yakni Letkol Pnb Anton Pallaguna. Letkol Anton pernah mengenyam pendidikan di SMP 9 Kendari dan alumnus 1994, serta SMA 1 Kendari menjadi alumnus 1997. Saat duduk dibagku di SMA 1 Kendari, Letkol Anton pernah menjadi Ketua OSIS dan meraih prestasi siswa teladan nasional tahun 1997.

Selain Anton, dari tiga pilot pesawat tempur TNI sejenis Shokoi yang telah melakukan antraksi yang pertama, Leader Kapten PNB Rahman, ”REYNARD” Fauzi dengan Back Seater, Letkol PNB David, ”GREATHAWK” Ali Hamsah yang sehari-hari menjabat sebagai komandan Skadron Udara
Yang kedua berlaku sebagai ”Second Wingan” Lettu PNB Yanifa ” Knighthawk” Eka dengan Back Seater Letkol PNB Anton ”Sioux” Palaguna.

Dan yang terakhir bertindak sebagai Their Wingman adalah Mayor PNB Setyo, ”LOCUST” Budi Pulungan dengan Back Seater Mayor PNB I Gusti  ”Raptor” Ngurah Sorga.

Pesawat shokoi milik TNI Angkatan Udara bermarkas di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar saat ini di pimpin oleh Komandan Skadron Udara 11 Letnan kolonel PNB David ”GREATHAWK” Ali Hamsah.

”Hari ini dengan menggunakan pesawat tempur terbaru TNI Angkatan udara untuk memberikan kebanggaan kepada seluruh kelurga besar TNI pada khususnya dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya sebagai wujud nyata dalam mengembalikan kejayaan tentara Nasional Indonesia di Dunia Internasional,” kata komentator.

Seperti ucapan Pahlawan Tanah Angin Mamiri Sultan Hasanuddin ”Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Kembali” akanmenjadi bara dihati penerbang Skandron Udara 11 Lanud serta untain doa tulus bangsa indonesia mengiringi tugas mulia pengapdian demi NKRI.

Salah seorang warga ikut menyaksikan atraksi, Oge mengaku senang dan terkesima menyaksikan atraksi atau demonstrasi tiga jet tempur tersebut.

Walaupun dia mengaku sedikit terganggu dengan suara pesawat saat melakukan manuver namun, dia merasa terkesima melihat pesawat.

“Wuih begitu pale atraksi pesawat. Selama ini kasian hanya nonton di TV, ternyata enak juga kalau kita saksikan langsung,” ujar pegawai di salah satu instansi Pemprov ini.

Hal senada diungkapkan, Nailah, warga Muna yang datang ikut memeriahkan HUT Sultra di Kota Kendari.

Sebelumnya atraksi pesawat Sukhoi sempat terganggu dengan adanya drone yang diterbangkan orang tak dikenal di atas lokasi acara. Beberapa kali petugas TNI mengumumkan pemilik drone agar segera menurunkan dronenya namun tak juga diturunkan.

Entah pemilik drone mendengar pengumuman itu atau tidak, drone yang diterbangkan di sekitar tugu religi malah tak diturunkan malah terus diterbangkan hingga mengelilingi tugu religi.

Menurut petugas TNI yang mengeluarkan himbau agar drone diturunkan karena akan sangat menggangu proses atraksi. “Jika tidak diturunkan maka atraksi akan dibatalkan,” katanya.

Akhirnya drone berjalan mengarah ke arah selatan atau sekitar gedung Museum lalu menghilang.
Sebelumnya, yang juga menarik perhatian warga adalah atraksi terjun payung yang dilakukan anggota Paskhas TNI AU yang berjumlah 25 dan satu orangnya dari Basarnas.

Setiap penerjung payung membawakan satu bendera dari setiap kabupaten/kota, di Sultra ditambah bendera merah putih, bendera TNI AU, dan bendera PT Antam.

Penerjun Bendera yang pertama mendarat membawa bendera PT Antam, menyusul kabupaten Wakatobi, Kota Kendari, Bau-Bau, Sar, Buton, Kolaka, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna Barat, Buton Utara, TNI, Polisi, Sultra Bombona, Bendera Merah Putih dan penerjun terakhir tidak membawa bendera saat mendarat.

Pelaksanaan upacara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ke-53 tahun dengan inspektur KSAD, Jenderal TNI Mulyono.

Upacara HUT Sultra ke-53 dihadiri oleh TNI/Polri,Satpol PP, Aparat Sipil Negara (ASN), SAR, jajaran pejabat lingkup Pemprov Sultra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Camat se-Sultra sekitar 200 orang, Lurah di Sultra 306 orang, Kepala Desa di Sultra 1.917 orang, paduan suara GEP Sultra 100 orang dan pelajar SMA/SMK di Sultra.

Sebelum upacara di lakanakan, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam, menyampaikan sambutanya terkai HUT sultra, di hadapan seluruh peserta upacara.

” Saya mewakili seluruh masyrakat Sultra, dalam kesempatan ini, saya meminta kepada Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono agar menaikkan status Korem 143 Halu Oleo, pada tahun ini.” katanya,
Maksudnya, dalam permintaan ini, salah satunya sebagai hadiah HUT Sultra ke-35 tahun, yang selama ini sudah memasuki usia setengah Abad lebih.

” Saya berharap Kepada Kasat TNI AD, untuk menaikan status tetorial Korem 143 Haluoleo,” katanya,
Lanjut, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasat) Jendral TNI, Mulyono, saat menyampaikan sambutan dalam peresmian gedung korem 143 haluoleo kendari. mengatakan, atas permintaan gubernur tadi, agar menaikan pangkat Danrem menjadi bintang satu.

”Saya akan pertimbangkan, karena untuk meningkatkan status korem, itu membutuhkan suatu kajian atau analisa , kalau beban tugas itu bisa terjawab, insya allah tuntutan tadi pak gubernur bisa terwujud, korem ini korem bintang satu.” katanya. (p13/lex)

To Top