Suksesi

PSU Bombana, Berkah dan Bertahan Perebutkan 2.507 Suara

Hidayatullah (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Pertarungan dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bombana akan kembali berlangsung, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di tujuh tempat pemungutan suara (TPS).

Di tujuh TPS yang tersebar di enam desa dari empat kecamatan yang ada di Bombana itu, dua paslon yakni Kasra Jaru Munara-Man Arfah (Berkah) dan paslon Tafdil-Johan Salim (Bertahan) akan memperebutkan 2.507 suara. Hal itu berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang terdata di KPU setempat.

Tujuh TPS itu adalah TPS 1 Desa Hukaea dengan pemilih sebanyak 389 suara, TPS 2 Desa Lantari sebanyak 306 suara, TPS 2 Desa Tahi Ite sebanyak 235 suara, TPS 1 Desa Larete sebanyak 444 suara, TPS 2 Desa Larete (TPS 2 Marampuka) sebanyak 361 suara, TPS 1 Desa Lemo (TPS 1 Marampuka) sebanyak 431 suara dan TPS 1 Desa Lamuare sebanyak 341 suara.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan, putusan MK untuk dilakukananya PSU di Bombana tersebut akan dilakukan dalam waktu 30 hari kerja.

“Sehingga, jika dihitung batas waktu yang diberikan itu (pelaksanaan PSU, red) sampai 9 Juni mendatang ,” terang Dayat sapaan akrab Ketua KPU Sultra ini saat ditemui di seputaran eks-MTQ, Kamis (27/4).

Dikatakannya, dengan adanya putusan MK yang memerintahkan untuk melakukan PSU, KPU Bombana terus melakukan koordinasi dengan pihak KPU RI.

“Besok (hari ini, red) kami juga memangggil pihak KPU Bombana untuk dilakukan segala persiapan dalam pelaksanaan PSU yang akan dilaksanakan dua sampai tiga minggu pasca adanya putusan,” sambungnya.

Diungkapkan Dayat, dalam pelaksanaan PSU nanti, KPU Bombana juga akan kembali menyiapkan kebutuhan logistik diantaranya surat suara. Saat ini KPU Bombana masih kekurangan 507 surat suara ditambah dengan 2,5 persen untuk di masing-masing TPS.

“Untuk logistik itu ada 2.000 surat suara sisa dari hasil pemungutan suara di 15 Februari kemarin. Tinggal menambah sisanya saja sebanyak 500 lebih kertas suara. Sehingga, dipastikan akan dicetak ulang untuk sisanya sesuai degan jumlah DPT yang ada di tujuh TPS itu,” ungkapnya.

Penambahan logistik ini, masih kata Dayat, sesuai dengan perhitungan yang digunakan  pada saat pemungutan suara 15 Februari lalu yakni jumlah DPT ditambah dengan 2,5 persen setiap TPS. Perbedaannya  hanya ditambahkan dengan memakai kode PSU.

“Begitupula dengan surat panggilan pemberitahuan memilih (C6-KWK) akan dicetak ulang. Bukan menggunakan C6-KWK yang sudah digunakan dalam perhitungan suara di 15 Februari lalu. Namun, dengan ditambahkan kode C-6 ulang KWK,” pungkasnya.

Dayat berharap, pelaksanaan PSU di Bombana itu nanti tidak memunculkan permasalahan-permasalahan yang bisa mengakibatkan terjadinya PSU jilid II. Penyebab terjadinya PSU nanti sebaiknya dijadikan pelajaran dengan tidak melakukan kesalahan yang sama.

“Berdasarkan amar putusan MK, PSU itu terjadi karena adanya pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya serta adanya pemilih yang memilih lebih dari satu kali. Agar tidak terjadi lagi hal tersebut, segala persiapannya harus matang pada tingkat koordinasi, perlengkapan termasuk tahapan program dan jadwal,” tandasnya.

Untuk diketahui, putusan MK untuk dilakukan PSU tersebut berdasarkan permohonan pasangan  Berkah atas hasil pemungutan suara Pilkada Bombana 15 Februari lalu yang memenangkan pasangan Bertahan.  Berdasarkan hasil perhitungan suara di KPU, berkah memperoleh 39.727 suara dan Bertahan 40.993 suara. (m2/nur)

To Top