Headline

Nur Alam Sebut Rusman Layak Jadi Gubernur

Gubernur Nur Alam (kanan) didampingi LM Rusman Emba saat diwawancarai jurnalis usai rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Sultra, Rabu (26/4).

KENDARI, BKK – Ada hal yang menarik usai pelaksanaan rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Sultra, Rabu (26/4). Gubernur Nur Alam dan Bupati Muna LM Rusman Emba berjalan beriringan begitu keluar ruang rapat DPRD Sultra.

Begitu menyaksikan itu, para jurnalis langsung menghampiri keduanya dan mewawancarai Nur Alam terkait suksesi gubernur termasuk rencana pencalonan LM Rusman Emba.

Nur Alam menyatakan LM Rusman Emba layak menjadi gubernur  pasca dia. “Siapa saja saya dukung apalagi beliau (Rusman) punya kapasitas, kredibilitas, kapabiltas yang cukup. Tidak ada hal yang tidak bisa,” ujar Nur Alam. Rusman yang berada di samping Nur Alam tampak tersenyum simpul mendengar pernyataan Nur Alam.

Gubernur dua periode ini mempersilahkan Rusman Emba untuk mencoba-coba bertarung di Pilgub mendatang karena tidak berkonsekwensi meninggalkan jabatan bupatinya.

“Langkah coba-coba bupati atau wali kota untuk maju di pilgub tidak akan beresiko kehilangan jabatan sebab terhitung nonjob atau cuti. Hanya memang resiko waktu dan energi akan didapat akibat lamanya prosesi Pilgub,” ujar Nur Alam.

Nur Alam kembali menegaskan pernyataan yang pernah dia lontarkan bahwa pasca kepemimpinan dia, maka figur dari kepulauan yang berkesempatan besar untuk menjadi gubernur, utamanya kader-kader dari kepulauan (Buton-Muna), termasuk Rusman.

“Andaikata kata saya bisa menentukan siapa gubernur selanjutnya maka saya akan memberi kesempatan untuk kepulauan sebab saat ini sudah gilirannya,” ujarnya.

Namun, menurutnya saat ini siapa yang akan terpilih sebagai kepada daerah  terpulang kepada masyarakat. Artinya siapa yang lebih banyak beinteraksi dengan masyarakat akan mendapat pengaruh dan mendapat suara dukungan terbesar.

Soal informasi akan majunya Wakil Gubernur HM Saleh Lasata dalam pertarungan pilgub, Nur Alam saat menyampaikan pidatonya di hadapan anggota DPRD Sultra, menyatakan, dia sudah melakukan konfirmasi kepada Saleh Lasata  bahwa dia pun juga tak akan maju lagi. Walaupun secara konstitusi dimungkinan untuk mencalon 01 gubernur setelah dua periode jadi wakil gubernur.

“Beliau itu (Saleh) sudah tua dan berkali-kali saya mengkonfirmasi, beliau sudah tidak bersedia,” ujar Nur Alam.

Nur Alam menyatakan harapannya bahwa masa kepemimpinannya dengan Saleh Lasata berakhir dengan rasa kekeluargaan.

Dikatakan, selama dua periode kepempimpinan berbagai pelayanan dasar dan sistem penyelenggaraan pemerintahan sudah tersaji dengan baik dan tinggal dilanjutkan. Namun jika masih ada hal yang kurang baik tentu menjadi bagian verifikasi pemerintahan gubernur berikutnya.

“Saya berharap bisa diberi kesempatan dan keleluasaan hingga masa jabatannya berakhir Februari 2018 nanti. Tentu sebuah akhir yang indah dengan penuh rasa kekeluargaan,” ujarnya.

Dia meminta agar calon penggantinya menghentikan usaha-usaha untuk terus memberikan kontribusi subjektif dan apriori terkait akhir masa jabatan.

“Saya sadari dan pahami memang saya sedang dalam menghadapi proses hukum tapi  biarkan lembaga penegak hukum menjalankan tugasnya dengan baik dan saya sebagai warga negara yang baik tetap taat,” ujar Nur Alam yang disambut gemuruh tepuk tangan dalam rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Sultra.

Ia menegaskan jangan sampai ada yang ikut andil mengerahkan masyarakat untuk terus melakukan gerakan-gerakan tidak percaya dan mendesak  untuk mengakhiri segera jabatan sebelum masa akhir jabatan itu tiba.

“Dalam hidup, tuhan mempergilirkan jabatan dan tuhan pula yang menentukan nasib seseorang semisal kematian dan rezeki. Olehnya bisa jadi rezeki yang dikejar dan sudah dipelupuk mata tidak dapat diraih justru orang yang jauh dari pijakan yang mendapat rezeki yang dikejar tersebut,” katanya. (p13/lex)

To Top