Beranda

Pengentasan Anak Jalanan Tunggu Perda

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di Kota Kendari kebanyakan berasal dari luar kota. Demikian klaim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Kendari.

“Saya melihat hanya beberapa saja anak yang berasal dari Kota Kendari yang hidup dijalanan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) DPPPA Kota Kendari Hj Sri Yastin.

Dia mengungkapkan, langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi anjal adalah melakukan pembinaan terhadap semua anjal.

“Bukan hanya itu, kami juga akan melakukan pembinaan kepada penjual kerupuk yang beroperasi di perempatan jalan, lampu merah,” terangnya.

Sekarang ini, lanjut dia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari sedang membuatkan peraturan daerah (perda), dan semoga tahun sudah ditetapkan.

Ia juga berharap Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak (PA) dapat mengatasi kekerasan terhadap anak dan mengurangi anjal.

Menurut dia, saat ini kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploitasi anak, serta anjal sudah sering ditemukan.

“Harapan saya, dengan adanya UU PA ke depan kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploitasi anak, serta anjal semoga bisa diatasi,” ucapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, kata dia, sudah memberikan dukungan penuh terhadap UU PA, salah satunya dengan menjadikan Kota Kendari sebagai Kota Layak Anak.

“Saya sangat yakin dengan keseriusan dan ketekunan, kekerasan anak di Kota Kendari dapat kami atasi,” ujarnya. (cr6/iis)

To Top