Headline

Pendulang Serbu Ulunggolaka #Warga Ada yang Dapat 30 Gram Emas, Aparat Mulai Berjaga

Pegunungan Ulunggolaka saat ini “diserbu” masyarakat dari berbagai daerah yang datang mendulang emas. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – ‎Pasca ditemukannya emas di Kelurahan Ulunggolaka Kecamatan Latambaga, puluhan bahkan ratusan warga dari berbagai daerah berdatangan ditempat itu, guna mencari peruntungan dengan mendulang emas.

Seperti halnya pada Minggu (‎23/4), masyarakat terlihat berjejer mendulang emas, meski hanya mengunakan peralatan tradisional seperti wajan. Disekitar itu, sudah terlihat kubangan dari pengalian warga yang diindikasikan terdapat serbuk emas. Pada hal untuk menuju lokasi emas, warga harus berjalan kaki sekitar satu jam dari pemukiman penduduk, karena berada di pegunungan dan tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat maupun dua.

Informasi yang dihimpun jurnalis BKK di lokasi penambangan, diantara pendulang ada yang mendapatkan serbuk emas dari 10 hingga 30 gram sehari.

Salah seorang warga Kolaka yang ditemui di lokasi penemuan emas, Abdul mengatakan, sejak adanya kabar penemuan emas di gunung Ulunggolaka, dirinya langsung ketempat itu mencari peruntunangan. Bahkan dirinya relah bermalam ditempat itu, sebab diakui terasa capek kalau harus bolak balik ke rumahnya.

“Alhamdulillah adaji yang didapat serbuk emas. Mudah-mudahan dapat beberapa kaca, untuk modal menjelang ramadhan,” ungkap Abdul.

Pemilik lahan emas yang juga warga Ulunggolaka Hari mengaku kalau dirinya tidak menyangka lahan perkebunannya seluas satu hektare mengandung emas. Awalnya dirinya melihat ada serbuk berwarna kuning, ketika dirinya membersihkan kebunnya yang berjarak sekitar 3 kilo meter dari rumahnya.

Karena penasaran serbuk berwarna keemasan, Hari memanggil tetangganya dan secara manual dengan menggunakan alat seadanya, mereka mendulang tanah yang diduga mengandung emas. Hasilnya didapat serbuk emas seberat 15 gram.

“Saya dibantu warga kemudian menggali sedalam dua meter, lalu tanahnya kami ambil sebanyak satu karung, terus kami dulang. Ternyata betul ada kandungan emasnya,” ungkap Hari.

Hari mengaku dari informasi penemuan tambang emas, menyebabkan warga dari luar kelurahan Ulunggolaka tertarik ‎datang di kebunnya, baik sekedar melihat emas yang mereka dulang, maupun ikut mendulang.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak pemerintah setempat dan Kodim 1412 Kolaka melakukan pengamanan ditempat itu. Bahkan pihak kelurahan mengantisipasi setiap orang yang datang mendulang, dengan meminta foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lainnya.

Ditempat terpisah, ketua komisi I DPRD Kolaka Musdalim Zakkir meminta pemerintah untuk menertibkan penambangan emas di Ulunggolaka, guna mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan ditempat itu.

“Sejak dini pemerintah harus mengantisipasi hal ini, sebab ditakutkan akan terjadi kerusakan lingkungan di Ulunggolaka,” kata Musdalim.

Siapa dibalik penemuan lokasi penambangan emas Kelurahan Ulunggolaka? Dia adalah seorang yang sehari-hari berprofesi sebagai penebang kayu (tukang senso), yang dipanggil Baba.

Baba menceritakan, dia  menemukan lokasi penambangan ini sekitar tiga bulan yang lalu.

Menemukannya pun tanpa sengaja.

Saat itu dia sedang menebang kayu di sekitar area permandian air panas yang berada di lokasi itu. Ketika tengah hari tiba Baba yang ditemani anaknya beristirahat untuk makan siang.

Lalu selesai makan siang dia mencicu piring di sungai. Ketika dia mencelupkan piringnya ke sungai yang penuh pasir, dia kaget ternyata terdapat butiran emas.

Mulai saat itu Baba melanjutkan mendulang dengan menggunakan piringanya, dan ternyata makin banyak butiran emas yang dia dapat.

Karena keranjingan, maka dia berhenti menebang kayu dan mendulang secara diam-diam. Bahkan kadang dia berangkat malam ke lokasi.

Rupanya, gelagat Baba tecium dengan tentangganya bernama Boy. Dia merasa curiga kelakuan Baba setiap malam menuju sungai. Setelah dia menelusuri ternyata Baba mendulang emas di sungai.

Dia pun akhirnya mengakui kepada Boy bahkan dia mengaku sudah beberapa kali melakukan penjualan.

Mulai saat itulah sejumlah warga mengikuti langkah Baba mendulang emas dan akhirnya menggemparkan warga Kolaka. (r3/lex)

To Top