US SD di Kendari Dipastikan Lancar – Berita Kota Kendari
Pendidikan

US SD di Kendari Dipastikan Lancar

KENDARI, BK- Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kendari yang akan dilaksanakan  25 April mendatang,  dipastikan berjalan dengan lancar dan sesuai  harapan.

Ketua panitia US SD Kota Kendari, Makmur Tote mengatakan, dalam menghadapi ujian yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut, segala persiapan yang berhubungan dengan masalah teknis maupun non teknis dapat dipastikan aman dan lengkap.

Kata makmur, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan masing-masing kepala sekolah menyangkut dengan kesiapan US SD  yang berhubungan dengan naskah ujian. Begitu pun mengenai antisipasti masalah yang akan mengganggu terlaksananya ujian juga telah dipersiapkan.

“Untuk naskah US diantarkan pada Jumat (kemarin,red) dan Sabtu (hari ini,red) diantarkan pada setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), dan selanjutnya  satuan pendidikan akan menjemputnya pada UPTD tersebut,” ujar Makmur Tote saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, untuk jumlah peserta US SD se-Kota kendari berjumlah 6.464 dengan 131 sekolah.
Naskah US siswa SD itu sendiri, lanjutnya, dibuat oleh guru yang diawasi oleh  Dikmudora Kota Kendari.

“Dalam pelaksanaan US untuk SD tidak ada campur tangan oleh pusat, ini murni dari sekolah langsung yang diawasi oleh Dikmudora langsung,” terangnya.

Mata pelajaran yang akan diujikan yaitu pendidikan agama, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBK), Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bagi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) 2006

“Pengawas  untuk US SD sebanyak dua orang  dan dilakukan silang guru kelas, contohnya guru kelas enam tidak diperkenankan untuk mengawas di kelas enam begitupun sebaliknya,”

Makmur menambahkan, dalam pelaksanaan US SD sangat dikedepankan yang namanya integritas karena merupakan salah satu penentu dari pada kelulusan siswa/siswi tersbut.

“Saya sangat berharap agar guru dan kepala sekolah dalam mengawasi ujian harus mengedepankan integritas, apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah maka akan diberikan sanksi administrasi sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP),” pungkasnya. (p12/nur)

To Top