Tidak Dianggap oleh Hypermart, BPOM Jengkel dan Marah – Berita Kota Kendari
Beranda

Tidak Dianggap oleh Hypermart, BPOM Jengkel dan Marah

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Adilah Pababbari merasa jengkel dan marah dengan manajement Hypermart Lippo Plaza Kendari.

Pasalnya, meskipun surat rekomendasi penghentian sementara kegiatan (PSK) sudah diterbitkan, namun Hypermart masih tetap beroperasi.

Menyusul kondisi ini, pihak BPOM Sultra mensinyalir Hypermart lebih mengutamakan keuntungan ketimbang keselamatan konsumennya.

Adilah Pababbari mengaku sangat kesal melihat Hypermart masih tetap beroperasi, seakan-akan surat rekomendasi untuk dilakukan penghentian sementara yang dilayankannya, tidak dianggap.

“Saya jadi bingung, apa lagi yang harus saya lakukan, padahal sebelumnya saya sudah melayangkan peringatan keras kepada pihak manajemen Hypermart. Bahkan langkah saya tidak berhenti sampai di situ, saya juga sudah memusnahkan produk yang sudah ditarik,” ungkap Adilah Pababbari, saat dihubungi wartawan Berita Kota Kendari via telepon seluler, Jumat (21/4).

Biasanya, sebut dia, fenomena produk kedaluwarsa seperti ini setelah dilayankan surat peringatan, pusat perbelanjaan yang bersangkutan sudah harus berhati-hati.

Tetapi di Hypermart, kata dia, malah terulang lagi pada Desember 2016 dan medio April ini.

“Terus terang, selain heran dengan kondisi yang terjadi di manajemen Hypermart, saya juga malah merasa jengkel dan marah dengan pihak manajemen Hypermart. Karena sepertinya Hypermart tidak mengganggap kita,” ketusnya.

Berkait itu, kata dia, pihaknya tidak akan berdiam diri. Ke depan selaku Kepala BPOM Sultra, dirinya bertekad akan memperketat lagi pengawasan di Hyperamart.

Ia berharap, kejadian yang merugikan masyarakat Kota Kendari bisa terhindarkan.

“Jika produk kedaluwarsa kembali ditemukan di Hypermart, maka rekomendasi yang akan kita layankan bukan lagi sanksi PSK melainkan langsung mencabut izinnya,” ancamnya.

Kepada masyarakat ia mengimbau, sebelum berbelanja sebaiknya memperhatikan kemasan produk dan tanggal kedaluwarsanya.

Jika hal itu dilakukan, menurut dia, maka tak satu pun masyarakat Kota Kendari yang menjadi korban produk kedaluwarsa seperti ini. (cr6/iis)

To Top