Headline

PA Baubau Gelar Sidang Tiga Anak Gugat Ibu

BAUBAU, BKK – Pengadilan Agama (PA) Kota Baubau menggelar sidang kasus anak menggugat ibu kandung, Kamis (20/4). Sidang dengan agenda mediasi itu dimulai pukul 10.25 Wita dan dihadiri penggugat dan tergugat, serta masing-masing didampingi pengacaranya.

Sidang mediasi itu dipimpin Hakim Ketua Mushlih, Marwan I Panga, dan Mansur KS. Hadir langsung ketiga anak yakni Arman Setiawan, Nita Setiawati dan Putri Wulandari sebagai penggugat dan ibunya Fariani sebagai tergugat.

Sidang mediasi yang berakhir pukul 11.55 WITA itu, hakim beranggapan tidak mendapat titik temu alias gagal. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan Kamis (4/5) pukul 09.00 WITA dengan agenda meminta jawaban tergugat.

Dalam persidangan Anak pertama Fariani, Arman Setiawan menyebut tidak ingin pernasalahan ini sampai ke pengadilan. Gugatan itu katanya, dipicu karena ada pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari harta peninggalan ayahnya, Almarhum Ipda Purnawirawan Matta. Arman menduga ibunya memiliki hubungan spesial dengan pria lain.

“Kami hanya ingin menyelamatkan apa yang ditinggalkan almarhum bapak kami. Kalau dari awal ada penjelasan, kami tidak akan sampai sejauh ini. Yang kami pikirkan hari tua ibu dan pendidikan adik kami,” paparnya.

Menurutnya dia dan dua adiknya tidak ingin mengambil keuntungan apapun. Terkait harta warisan, ia menyerahkn sepenuhnya ke ibunya. Namun dalam persidangan Arman meminta hakim mempertimbangkan pembagian beberapa harta peninggalan ayahnya yang berupa lahan di dua lokasi, rumah uang tunai dan kendaraan bermotor.

Hakim Ketua, Mushlih ketika diwawancarai usai sidang mengatakan, saat sidang mediasi, majelis hakim sudah berupaya memberi nasehat kepada kedua belah pihak. Dia berharap dalan sidang itu secepatnya mendapatkan titik temu, namun setelah dua kali PA Baubau memediasi dan tak ada titik temu, sidang akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara.

Menurut Mushlih secara pribadi jika meggunakan nurani tetap ingin mediasi dan mendapatkan hasil. Namun secara hukum dan kedua belah pihak tidak menginginkan titik temu, kasus akan tetap dilanjutkan. Kata dia ini kasus pertama di PA Baubau ada anak gugat ibu kandung.

Pengacara Fariani, Muh Toufan mengatakan, Rabu malam (19/4) sempat melakukan mediasi di rumah kerabat. Dalam mediasi itu ketiga anak Fariani menuliskan delapan poin permintaan. Secara umum, kedelapan poin itu juga disetujui oleh kliennya, saat mediasi pula, ketiga anaknya malah tidak mempermasalahkan soal harta warisan, dan menyerahkan sepenuhnya ke ibunya.

“Tapi sekarang malah meminta lagi pembagian harta di depan hakim, tidak sesuai dengan kesepakatan mediasi tadi malam,” katanya.

Saat ini dia akan menyiapkan jawaban untuk sidang selanjutnya yang akan digelar bulan depan. Awalnya, Taoufan meminta tambahan waktu mediasi dengan hakim, namun dalam sidang tidak ditemukan adanya kesepakatan, sehingga kasus itu tetap berlanjut ke tahap berikutnya. (cr7/lex)

To Top