Pendidikan

UMK Jadi Pusat Sosialisasi BPLPKL

Delegasi sejumlah Perguruan Tinggi Swasta Se Sulawesi yang sempat mengikuti sosialisasi bantuan pengembangan layanan karier oleh Kemenristek Dikti. (Foto Sumardin)

KENDARI, BKK– Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menjadi pusat sosialisasi bantuan pengembangan layanan pusat karier dan pusat karier lanjutan (BPLPKL) Wilayah XII, kepada sejumlah perguruan tinggi (PT) yang ada di pulau Sulawesi. Kegiatan ini merupayakan upaya Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam membantu alumni PT mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

Perlu diketahui, untuk wilayah XII khususnya di Sulawesi Tenggara, hanya empat PT yang sudah menerapkan diri sebagai layanan pusat karier dan pusat karier lanjutan. Keempat PT tersebut yakni Universitas Halu Oleo, STIK Avicenna, Mandala Waluya dan Universitas Muhammadiyah Kendari selaku tuan rumah kegiatan.

Kepala Koordinator Wilayah XII layanan pusat karier, Ary Tamtama mengungkapkan, kegiatan ini berasal dari Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Hal ini dilakukan, melihat masih banyaknya PT yang belum mendapat informasi tentang hibah pusat karier.

“Dikti telah melakukan sosialisasi ke berbagai daerah salah satunya di UMK Kendari. Hal ini disebabkan karena memang masih banyak PT di Sultra belum pernah mendapatkan hibah karier,” ujarnya kepada wartawan harian Berita Kota Kendari, Senin (17/4)

Lanjut katanya, masih banyak PT yang belum paham tentang layanan pusat karier. Itu dikarenakan kebanyakan komitmen PT belum fokus ke pusat karier.

“Layanan pusat karier bertujuan untuk menjembatani alumninya dengan dunia kerja. Selama ini, setelah diwisuda,  alumni dibiarkan saja. Mendapatkan pekerjaan atau pun tidak sudah bukan menjadi  urusan PT,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ary menjelaskan,  pusat karier mempunyai tanggung jawab yakni alumninya harus diantar sampai bekerja. Paling tidak memberikan informasi dimana harus bekerja guna membantu alumni mendapatkan pekerjaan untuk mengabdikan ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi tempat ia belajar.

“Setiap kampus mestinya harus memiliki pusat karier, sehingga alumni tidak dibiarkan sendiri mencari pekerjaan. Semua masih tangung jawab PT tempat ia belajar dan tentunya akan membawa nama baik tempat ia belajar,” pungkasnya. (p12/nur)

To Top