Tabrakan Hebat, Dua Pegawai Damkar Tewas – Berita Kota Kendari
Headline

Tabrakan Hebat, Dua Pegawai Damkar Tewas

RAHIM/BKK
Dua pegawai Damkar, Mulyadi (kiri) dan Heri (kanan) saat dilakukan penanganan di ruang IGD Puskesmas Rate Rate.

TIRAWUTA, BKK – Nasib  naas, menimpa dua pegawai tenaga kontrak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Mulyadi (40) dan Heri (21), Minggu (16/4) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Keduanya tewas setelah motor yang mereka pakai bertabrakan dengan mobil Honda Jazz di di Jalan Poros Kolaka – Kendari, tepatnya di Desa Poni poniki, Kecamatan Tirawuta Koltim.

Informasi yang dihimpun jurnalis BKK di Koltim, menyebutkan, Mulyadi (40) Warga Desa Orawa, Kecamatan Tirawuta dan Heri (21) Warga asal Kelurahan Rate rate, Kecamatan Tirawuta, berboncengan menggunakan motor Honda Blade, setelah menjalankan tugas di kantor mereka.

Akibat menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba di Desa Poni poniki, Kecamatan Tirawuta Koltim mereka bertabrakan dengan mobil Honda Jazz DT 1736 ME yang dikemudi Acdes (31) warga asal Kota Kendari.

Mulyadi dan Heri berkendara dari arah Kolaka ke Rate-rate, sedangkan mobil Honda Jazz dari arah Kendari ke Kolaka.

Salah seorang anggota Polantas, Nasir, menjelaskan, akibat kecelakaan itu, Heri meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Mulyadi meninggal pada saat perjalanan hendak dirujuk ke RSUD Bahteramas Kota Kendari.

”Untuk saat ini kami masih melakkukan olah TKP, belum diketahui penyebab pastinya,” kata Nasir.
Mulyadi dan Heri, merupakan honorer Damkar Koltim, keduanya baru saja lepas piket, namun dalam perjalanan menuju kediaman Heri, keduannya mengalami kecelakaan lalulintas.

Heri diketahui tewas di TKP, karena mengalami benturan keras di kepala, luka robek pada bagian leher, dan kedua pahanya mengalami pata tulang. Sedangkan Mulyadi yang di rujuk ke RS Bahtermas Kendari, mengalami benturan keras di kepala, patah tulang kering pada bagian kiri, dan pada bagian jari telunjuk kanannya mengalami patah.

Kadis Pol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Koltim, Sumiarno saat dikonfirmasi dirinya membenarkan dua orang anggotanya yang menjadi korban lakalantas dan keduanya telah meninggal dunia.

“Mereka berdua sementara mau mengarah pulang dari lepas piketnya semalam, namun saya tidak tahu percis saat kejadiannya tiba – tiba saya dapat laporan ditelpon kalau dua anggota saya, Mulyadi dan Heri, bertabrakan akibatnya mengalami luka berat hingga keduanya meninggal dunia,” terangnya. (cr8/lex)

To Top