Pendidikan

SMAN 1 Kendari Runner Up Lomba Robotik Nasional

Ketua pembina dan anggota robotik SMAN 1 Kendari(Foto Sumardin)

KENDARI, BKK– Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)  1 Kendari kembali membuktikan eksistensinya di level nasional. Terbukti, satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan siswanya yaitu  juara 2 dalam ajang lomba Robot Nasional (Baronas).

Dalam lomba yang digelar Maret lalu di Institut Teknik Surabaya (ITS) itu SMAN 1 Kendari  berhasil menyisihkan puluhan sekolah lainnya dari beberapa daerah di Indonesia.

Runner up Boronas tersebut diraih oleh tim C E-Robotic SMAN 1 Kendari yang beranggotakan Angga Jagad Putra, Muhammad Fadlan  Fadillah Y dan Muhammad Rizki Firdaus.

Pembina Robot SMAN 1 Kendari, Ahmad Sipa mengungkapkan, ajang Baronas itu merupakan event tahunan yang dimotori ITS. Kali ini, dia  mengirimkan tiga tim E-Robotik SMAN 1 Kendari.

Katanya, tim A hanya berhasil sampai 8 besar, sedang dua tim lainnya berhasil masuk 4 besar yakni tim C   juara 2 dan Tim B menempati urutan ke-4 dengan memperoleh predikat best design.

“Ini menjadi suatu kebanggaan bagi sekolah dan juga Sultra tentunya. Bagaimana tidak, sekolah ini satu-satunya sekolah di Bumi Anoa ini yang  berhasil lolos di ajang Baronas 2017, yang diselenggarakan oleh ITS itu,” ujar Ahmad, Sabtu (15/4)

Ia mengatakan, siswanya memang punya ide dan kreativitas cukup baik. Timnya menciptakan dua buah robot dengan fungsi yang berbeda-beda. Keduanya adalah jenis robot line follower dan transporter.

“Karena tema lombanya sampah jadi robotnya diciptakan untuk mengangkut sampah, dengan beberapa tahapan menggunakan dua robot itu. Robot line  follower dan transporter, yang saling bekerjasama dalam pemogramannya,” terangnya.

Lanjut katanya, kedua robot tersebut memiliki fungsi, diantaranya robot transporter, fungsinya mengangkut sampah ke tempat pembuangan. Pembuangan  yang dimaksud tersebut bukanlah pembuangan terakhir, melainkan pada saat sampah masuk ke pembuangan robot trasporter. Kemudian telah ditunggu  oleh robot line follower yang akan mengangkut beberapa sampah tersebut, dengan dipisahkan terlebih dahulu antara sampah organik dan non organik  yang pada akhirnya dibawa ke pembuangan sampah akhir.

“Pokoknya, begitu terus sampai sampahnya habis. Setelah sampahnya habis, robot transporter tadi akan menanam pohon di tempat sampah, kemudian  akan disiram oleh robot line follower. Ini memang terlihat mudah, tetapi dalam pemograman harus butuh kecermatan serta kreativitas agar kedua  robot itu mau berkerjasama,” jelas Ahmad.

Ia menjelaskan, di SMAN 1 Kendari, robotik memang punya wadah untuk mengakomodir siswa yang punya kemahiran di bidang tersebut. Sampai  saat ini, terhitung puluhan siswa yang bergabung dan meminati perakitan robot itu. Begitu pun dengan pembinaannya, dilakukan secara kontinyu dan  setiap tahunnya selalu menyasar ajang-ajang nasional bahkan internasional.

“Sekolah ini juga pernah mewakili Indonesia di ajang yang sama di Malaysia. Jadi siswa terus termotivasi untuk berkarya termasuk dalam perakitan  robot. Awalnya, mereka hanya suka bermain game, tak mau hanya sekedar bermain tetapi langsung disalurkan menjadi prestasi yang ikut  membanggakan sekolah,” ucapnya.

Ia menambahkan, pimpinan SMAN 1 Kendari sangat mendukung semua bakat dan minat siswa. Bukan hanya prestasi di bidang akademik, tetapi juga non akademik. Termasuk  pembinaan robotik menjadi salah satu yang dilakoni di SMAN 1 Kendari. (P12/nur)

To Top