Headline

Muna Miliki Kampung Tenun

Ketua Dekranasda Provinsi Sultra Dra Hj Tina Nur Alam MM bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Yanti Setiawati Rusman SE MSi memamerkan kain tenun khas Muna dari bahan perwarna alam di Showroom Dekranasda Kabupaten Muna

RAHA, BKK – Satu lagi langkah maju yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muna dibawah kepemimpinan Bupati Muna LM Rusman Emba ST dan Wakil Bupati Ir H Malil Ditu MSi, yaitu terwujudnya kampung tenun. Lokasinya berpusat di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna yang jarak hanya sekitar 15 kilometer dari Kota Raha. Kampung tenun ini diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Muna.

Bupati Muna, LM Rusman Emba berharap kampung tenun ini tidak hanya menjadi pusat kerajinan tenun semata dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tapi juga akan menjadi salah satu destinasi wisata.

“Letak kampung tenun ini berdekatan dengan objek wisata Liang Kobori yang terdapat situs situs sejarah ribuan tahun lalu dan sudah mendunia. Tradisi menenun disini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Nanti Kampung Tenun ini akan kita jadikan salah satu tujuan wisata andalan di Kabupaten Muna,” kata Rusman saat menghadiri peresmian kampung tenun Minggu ( 16/4).

Rusman berharap, kampung tenun ini mendapat bantuan penganggaran dari melalui upaya dari Hj Tina Nur Alam sebagai Ketua Dekrasnada Provinsi Sultra dan sekaligus sebagai anggota DPR RI.

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Sultra Dra Hj Tina Nur Alam MM berjanji akan memberi perhatian khusus pada kampung tenun di Desa Masalili.

“Saya kunker kesini merupakan salah satu bentuk perhatian saya, akan Kampung Tenun di Kabupaten Muna. Pembentukan Kampung Tenun di Muna ini sudah melalui kajian matang di Dekranasda Ptovinsi dan akhirnya berdirilah Kampung Tenun di Desa Masalili ini. Saya akan membantu pengembangan desa tenun ini,” kata Tina Nur Alam.

Tina berharap agar Bank Mandiri tidak hanya membantu alat tenun berupa alat tenun bukan mesin (ATBM), tapi juga bantuan lainnya seperti pelatihan terhadap para pengerajin.

Terkait kurangnya bahan baku benang, Tina Nur Alam menyarankan pada Pemda Muna agar dibentuk koperasi untuk pengadaan bakan baku benang.Dan Dekranasda Sultra juga siapmembantu pengadaan bahan baku benangnya.

Diakhir kata sambutannya istri Gubernur Sultra ini memuji keaktifan Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Yanti Setiawati Rusman yang sangat proaktif dalam kegiatan Dekranasda hingga lahirnya Kampung Tenun di Sultra yaitu di Desa Masalili. Dia juga sangat memberi apreasiasi terhadap regenarasi penunun di Desa Masalili mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Istri Gubenur Sultra ini juga memuji tenun khas Muna sangat digemari dipasaran lokal dan nasional Kelebihan tenun khas Muna katamya karena dibuat dari bahan pewarna alam, hingga bisa menembus pasaran nasional.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Yanti Setiawati Rusman sangat mengapresiasi peresmian Kampung Tenun oleh Ketua Dekranansda Provinsi Sultra Hj Tina Nur Alam.

“Dengan adanya Kampung Tenun ini selain akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Muna, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat penenun. Terlebih kain tenun di Kabupaten Muna terbuat dari pewarna alam. Kain tenun yang terbuat dari pewarna alam memiliki nilai jual sangat tinggi mencapai Rp 1 sd Rp 3 juta perelembar. Kita juga mendapat bantuan dari Bank Mandiri berupa alat tenun bukan mesin sebanyak 12 buah bagi masyarakat penenun di Desa Masalili,” kata Yanti sapaan akrab Ketua Dekranasda Kabupaten Muna ini kemarin sela-sela acara peresmian Kampung Tenun. Pantauan koran ini peresamian Kampung Tenun dilakukan oleh Hj Tina Nur Alam dan berlangsung meriah. (r1/lex)

To Top