Kasuistika

Kapolres Konsel Turun Tangan Atasi Konflik Nelayan Luar dan Lokal

Andoolo, BKK- Konflik antara nelayan lokal dan nelayan luar yang menyebabkan pembakaran kapal, membuat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe Selatan (Konsel) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yeyen Lesmana turun tangan menemui warga nelayan Desa Panambea Barata Kecamatan Moramo Kabupaten Konsel.

Warga menuntut pemerintah daerah (pemda) dan dewan segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Zona Wilayah Pencarian Ikan, antara nelayan tradisional setempat dan nelayan yang berasal dari luar daerah.

Warga juga menuntut pihak kepolisian menempatkan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas), mendirikan pos polisi perairan, agar tidak terjadi lagi pengeboman ikan di wilayah itu.

Selain itu, warga meminta Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra melalui Kapolres Konsel, agar membuat komitmen antara pemilik kapal besar dengan nelayan tradisional untuk tidak memasuki wilayah tangkapan dan merusak rumpon nelayan di desa tersebut.

“Pertemuan ini saya lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita diinginkan, seperti yang telah terjadi pembakaran kapal beberapa hari lalu,” jelas Yeyen Lesmana, Minggu (16/4), via telepon seluler.

Dia mengisahkan, pada 5 April terjadi peristiwa pembakaran kapal besar nelayan yang masuk mencari ikan di wilayah Konsel, yang dilakukan oleh warga setempat bernama Lawere dan Askar.

Atas kelakuan itu, pihak kepolisian langsung menahan dua pelaku pembakaran dan karena alasan keamanan maka tersangka dibawa ke Rutan Polda Sultra.

“Kemarin 14 April 2017 warga Desa Panambea beramai-ramai membesuk ke Polda. Saat itu saya juga langsung mengantar ke Rutan Polda Sultra untuk meyakinkan pelaku dalam keadaan baik,” kata yeyen. (cr13/iis)

To Top