Beranda

BPOM: Sistem Penyimpanan Barang Hypermart Tidak Berjalan Baik

KENDARI, BKK – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai Hypermart Lippo Plaza tidak melakukan sistem penyimpanan barang yang baik.

Demikian kesimpulan Kepala Seksi (Kasi) Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Sultra Jalidul berkait ditemukannya produk kedaluwarsa di Hypermart pada Senin (10/4) lalu.

Barang yang kedapatan merupakan barang yang telah kedaluwarsa sejak 2 November 2016.
Ini adalah kasus ketiga Hypermart kedapatan menjual produk kedaluwarsa.

“Dari hasil pengawasan, kami berkesimpulan bahwa Hypermart tidak melakukan sistem penyimpanan barang yang baik,” analisis Jalidul.

“Selain itu, di Hypermart ini menyimpan produk yang kedaluwarsa itu berdekatan dengan transit barang masuk,” sambungnya.

Bahkan, lanjut dia, di Hypermart Lippo Plaza juga ada masalah kelalaian petugas yang juga harus diperhatikan oleh manajemen.

Sehingga, menurut dia, barang tersebut tersimpan di gudang kurang lebih 6 bulan baru ketahuan.

Barangkali, ujar dia, itu terjadi karena sistem penyimpanan barang yang tidak berjalan dengan baik di Hypermart.

Diketahui, saat melakukan inspeksi, BPOM menggandeng Komisi I dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.

Tim menemukan setidaknya tiga jenis produk yang telah kedaluawarsa masih dipajang di Hypermart.

“Ketiga jenis itu adalah yoghurt, So Good, dan tepung bumbu. Semua produk yang telah kedaluwarsa ini sudah kami amankan,” ungkap Jalidul, ketika itu.

Menurutnya, kejadian ini bukan kali ini saja, tetapi sudah berkali-kali terjadi.

Padahal, ungkap dia, pihaknya sudah memberikan peringatan keras kepada pihak manajement Hypermart Lippo Plaza Kendari, namun kejadian serupa masih saja terjadi.

“Berkait itu, kami akan melakukan evaluasi atas Hypermart Lippo Plaza Kendari. Bahkan kami juga akan melakukan tindakan lebih lanjut sesuai dengan undang-undang yang ada,” paparnya. (cr6/iis)

To Top