Kunker di Kolaka, Menteri Susi Temukan Kerusakan Ekosistem Laut – Berita Kota Kendari
Headline

Kunker di Kolaka, Menteri Susi Temukan Kerusakan Ekosistem Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti didampingi Bupati Kolaka Ahmad Safei, melakukan panen udang vaname di Towua Kolaka. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam kunjungan di Kolaka menyempatkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hasilnya, Susi menemukan kerusakan ekosistem laut di tempat nelayan biasa menangkap ikan.

“Kondisi perairan laut yang biasa menjadi tempat nelayan menangkap ikan sudah rusak. Bakau-bakau yang ada dipangkas, sehingga tidak mendukung ekosistem laut,” kata Susi kepada jurnalis di Kolaka, Senin (20/3).

Susi berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno supaya memberikan peringatan untuk memperbaiki ekosistem laut tersebut.

“Saya akan koordinasi dengan Menteri BUMN agar memberi peringatan kepada perusahaan tambang, untuk bagaimana caranya agar ekosistem ikan tidak terganggu. Kalau bisa nanti kita tanam lagi bakau di sekitar sini,” ujar Susi Pudjiastuti.

Dalam sidak tersebut, Menteri Susi mengajak dialog salah seorang nelayan serta memesan 1.000 alat tangkap bubu yang dibuat nelayan tersebut. Nantinya, sebanyak 500 unit bubu akan diberikan kepada masyarakat nelayan di Kolaka sebagai percontohan, serta 500 unit bubu untuk nelayan di daerah lainnya.

Selain kondisi laut dan alat tangkap, Menteri Susi juga mendapati beberapa warga nelayan yang belum didaftarkan asuransi nelayan. Ia pun berharap, para nelayan dapat beraktifitas kembali setelah diberikan bantuan.

“Nanti Bapak langsung kontak saya saja. Simpan nomor saya,” kata Susi Pudjiastuti.

Dalam sidak tersebut, turut mendampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Direktur Utama Perikanan Indonesia (Perindo) Syahril Japarin, Direktur Utama Perikanan Nusantara (Perinus) Dendi Anggi Gumilang dan Bupati Kolaka Ahmad Safei.

Panen Udang Vaname
Dalam kunjungannya di Kolaka, Susi juga melakukan panen udang vaname di Desa Towua Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka.

Ditemani Bupati Kolaka, H Ahmad Safei, sejumlah pejabat Kementerian Kelautan, Bupati Selayar dan beberapa bupati di Sultra, memanen udang vaname di empang milik H Firman.

Dalam laporannya, Bupati Ahmad Safei menyampaikan bahwa Kolaka memiliki potensi kelautan yang luar biasa besar. Saat ini lahan empang masyarakat Kolaka seluas tiga hingga empat ribuan hektare yang dikerjakan secara tradisional, namun sudah bisa menghasilkan 5 ribu ton/tahun. Sementara lahan tidur saat ini sekitar 2.000 hektare.

“Kami berharap Kolaka kedepan diperhitungkan dan menjadi produksi udang terbesar di Indonesia,” harapnya.

Safei berharap dengan kehadiran Menteri Susi di Kolaka, memberikan hikmah dan kesejahteraan bagi petani tambak di Kolaka, apalagi Kolaka memiliki pantai yang sebagian sudah diolah menjadi tambak. Namun karena kurangnya dana, sehingga masih banyak yang tidak terolah.

“Petambak itu harus tulus, ikhlas tidak bisa pikiran lain, apalagi nakal. Karena ini memiliki kultur,” kata Ahmad Safei.

Sementara Menteri Susi dalam sambutannya menyampaikan bahwa panen udang vaname yang dilakukan sangat luar biasa, sebab uangnya besar dan bersih dengan masa panen 117 hari. Namun dia berpesan supaya jangan terus menerus menambak udang vaname, setidaknya setiap tiga tahun sudah harus berhenti, dengan memelihara yang lain,seperti ikan bandeng atau bolu dan lainnya.

“Saya pesankan satu sampai tiga tahun panen, break satu tahun kasi variasi dengan ikan bandeng atau lainnya. Jangan dipaksakan karena bisa jadi terjadi resistensi,” katanya.

Susi menyampaikan hal itu sebab udang vaname memiliki penyakit bawaan dan keluarnya tidak ditahu, bahkan sampai saat ini belum bisa ditemukan penyakitnya itu. Jika itu terjadi, maka semua udang akan mati. Beberapa negara sudah pernah terjadi hal itu. Bahkan di Jawa pernah tidak panen udang karena mereka serakah dengan memaksakan menambak udang vaname.

“Saya berdoa semoga disini tetap baik. Sayang disini masih banyak tambak yang tidak terolah,” kata Susi Pudjiastuti. (r3/lex)

To Top