Ini Kata Asrun Menjawab Sindiran Nur Alam – Berita Kota Kendari
Beranda

Ini Kata Asrun Menjawab Sindiran Nur Alam

KENDARI, BKK – Wali Kota Kendari Asrun menyebut Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) telah keliru memberikan penilaian atas branding yang dipasang di baliho sosialisasi Asrun menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018: Membangun Tanpa Mengutang.

“Apa yang dituliskan di baliho adalah fakta, sehingga Nur Alam telah keliru memberikan penilaian. Pertama yang ingin saya sampaikan, itu bukan hoax, melainkan itulah yang sebenarnya yang kami lakukan dalam membangun Kota Kendari,” ujar Asrun, Senin (20/3).

Ia melanjutkan, jika ada yang berpikir bahwa tidak bisa membangun tanpa berutang, itu hal yang keliru, sebab sebaiknya dalam membangun suatu daerah jangan dengan cara berutang.

“Selama ini dana yang saya gunakan untuk membangun Kota Kendari bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) dan dana alokasi khusus (DAK). Bahkan, ada juga yang berasal dari reward yang diberikan oleh pemerintah pusat (PP) atas prestasi yang diraih oleh Kota Kendari,” katanya.

Semua itu, sambung Asrun, bisa dijadikan sebagai salah satu trik (yang bisa ditiru pemimpin lain) agar dalam melakukan pembangunan, terhindar dari yang namanya utang.

“Selama ini yang kita lakukan untuk membangun Kota Kendari yaitu dengan mengoptimalkan uang yang ada. Bila uangnya tidak cukup, ya, kita buatkan lagi kontrak multi years. Semua pembangunan yang saya lakukan, baik Pasar Sentral Kota, Pasar Sentral Wuawua, Jembatan Kuning, jalan outer ring road, jalan-jalan lainnya, termasuk terminal, rumah sakit, tidak ada yang namanya berutang,” katanya.
Asrun juga mengungkapkan, awalnya dirinya pernah mencoba meminjam sejumlah uang atau mengutang untuk melakukan pembangunan.

Tapi, kata Asrun, setelah diamati hal itu tidak menguntungkan daerah, sebab bunganya sangat tinggi sekali.

“Sehingga, niat saya (mengutang) tidak jadi atau batal,” terangnya.

Bahkan, tekan Asrun, utang sebelum masa kepemimpinannya yang sudah berlarut-larut, misal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sudah dilunasi.

“Pokoknya, selama saya menjabat sebagai Wali Kota Kendari, sudah Rp 40 miliar utang yang bunganya sampai Rp 60 miliar, sekarang sudah dibereskan,” paparnya. (cr6/iis)

To Top