Diduga Gunakan Sianida, Warga Demo PT PLM – Berita Kota Kendari
Headline

Diduga Gunakan Sianida, Warga Demo PT PLM

RIDHA/BKK
Puluhan warga melakukan demo di lokasi tambang PT PLM yang diduga menggunakan sianida dalam melakukan penambangan emas.

RUMBIA,  BKK – Diketahui menggunakan zat berbahaya berupa “Sianida” dalam melakukan aktivitas penambangannya, PT Panca Logam Makmur (PLM) perusahaan penambang emas di desa Wumbubangka kecamatan Rarowatu Utara kabupaten Bombana didemo, Senin (20/3).

Kedatangan puluhan warga melakukan aksi demonstrasi ini bertujuan menuntut PT PLM menghentikan penggunaan zat berbahaya tersebut dalam melakukan aktivitas penambangannya.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 14.00 Wita ini dilakukan karena zat sianida yang digunakan PT PLM dalam melakukan penambangannya dinilai akan berdampak buruk terhadap kesehatan warga setempat.

Menurut warga setempat, Hasra pengunaan zat sianida oleh PT PLM ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa memikirkan dampak buruk terhadap masyarakat.

“Saya tau persis kalau PT PLM sudah lama menggunakan sianida karena saya ini mantan karyawan disini. Dulu setiap mau masuk itu sianida,  saya pasti ditelfon untuk mengawasi pembongkarannya,” beber Hasra pada jurnalis koran ini usai mendatang kantor perusahaan tersebut.

Selain masalah penggunaan sianida, puluhan warga desa Wumbubangka ini juga meminta perusahaan ini bertanggung jawab atas kerusakan jalan penghubung desa Wumbubangka dengan desa Tembe sepanjang 11 Km.

Jalan tersebut tambah, Hasra mengalami kerusakan parah akibat sering dilewati kendaraan milik perusahaan,  sementara pihak perusahaan sendiri acuh terhadap kerusakan ini.

Akibat kerusakan ini,  sejumlah warga setempat kerap jatuh jika melintasi jalan itu,  utamanya mereka yang menggunakan kendaraan roda dua.

“Untuk mengantisipasi banyaknya korban jatuh,  warga didesa kami terpaksa harus patungan beli timbunan, sementara pihak perusahaan diam saja.  Padahal setiap hari mereka lalu lalang melewati jalan ini,” katanya.

Warga setempat juga meminta PT PLM bertanggung jawab atas kerusakan bendungan irigasi yang rusak akibat adanya aktifitas penambangan emas yang dilakukan perusahaan itu.

“Dampak akibat kerusakan bendungan ini sangat dirasakan oleh masyarakat sebab hingga kini,  ratusan hektare sawah milik warga tidak bisa digarap akibat rusaknya bendungan irigasi ini,” terang Hasra.

Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, zat sianida ini memiliki fungsi hampir sama dengan cairan mercury. Bedanya, zat sianida digunakan untuk memisahkan antara emas dan material lain seperti tanah dan pasir yang terdapat di kolam endapan.

Sementara zat mercury digunakan juga untuk memisahkan emas dan material lain,  namun dilakukan saat proses pemisahan emas dan material lain yang menggunakan mesin tromol.

“Jadi fungsinya hampir sama yakni memisahkan emas dari material lain seperti tanah dan pasir. Sianida digunakan di kolam endapan,  sementara mercury digunakan pada mesin tromol saat mendulang emas,” ujar sumber tersebut namun enggan menyebut namanya.

Dikonfirmasi soal penggunaan zat sianida oleh PT PLM ini Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penaatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan kabupaten Bombana, Amiruddin mengaku belum mengetahui jika PT PLM menggunakan zat berbahaya tersebut dalam melakukan penambangannya.

“Baru saya tau itu kalau PT PLM menggunakan zat sianida. Insya Allah besok saya akan cek dokumen Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)-nya,” katanya.

Menurut Amiruddin, dirinya belum mengetahui persis masalah tersebut karena belum lama menjadi pejabat pada dinas tersebut.

Sementara manajemen PT PLM belum dapat dikonfirmasi soal ini. Humas PT PLM, Surahmat yang dihubungi wartawan koran ini melalui sambungan telfon selulernya tidak diangkat.

Begitupula saat dihubungi melalui pesan SMS, Surahmat juga enggan membalas. Sementara seorang petinggi PT PLM lainnya,  Laode Darwin yang dihubungi melalui sambungan telfon miliknya sedang tidak aktif. (r2/lex)

To Top