Tim ADP-Sul Bantah Lakukan Penggelembungan Suara – Berita Kota Kendari
Headline

Tim ADP-Sul Bantah Lakukan Penggelembungan Suara

KENDARI, BKK – Tim pemenangan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari nomor urut 2 Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) membantah telah melakukan penggelembungan suara sampai 20 suara di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) yang ada dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Kendari lalu.

Permasalahan penggelembungan suara disetiap TPS itu dianggap tidak benar seperti yang selalu dikemukakan oleh orang-orang yang menjadi tim pemenangan paslon nomor urut 1 Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) baik itu melalui akun media sosial maupun dalam materi gugatan permohonan sengketa yang telah diajukan tim kuasa hukum Rasak-Haris di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini diungkapkan tim inti pemenangan paslon ADP-Sul Kus Gladi Surya bahwa tuduhan yang sering diutarakan oleh tim paslon Rasak-Haris itu tidak benar. Hanya saja, menurutnya, karena Ini merupakan ranah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan setiap hasil Pilkada itu pasti selalu ada pihak tidak puas untuk menerima kekalahannya.

“Kami sebagai tim pemenangan ADP-Sul menghargai dan mengapresiasi perjuangan mereka atas rasa keberatan dan ketidakpuasannya terhadap lembaga yang terkait dalam hal ini MK. Hanya saja saya menegaskan bahwa kami tidak pernah melakukan penggelembungan suara seperti yang dituduhkan itu,” katanya melalui sambungan selulernya, Minggu (19/3).

“Intinya kami tegaskan tidak ada kecurangan yang dilakukan paslon APD-Sul dalam Pilwali Kendari lalu. Dalam semua tahapan kami selalu bekerja sesui dengan koridor perundang-undangan,” tegasnya.

Lelaki yang juga menjadi sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra ini menambahkan, dalam setiap tahapan pelaksanaan Pilwali Kota Kendari yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari sudah sangat maksimal dan cukup baik. Namun, kata dia, yang perlu diketahui bahwa dalam setiap kompetisi itu pasti ada pemenang dan ada yang kalah.

“Dimana kapan kami akan melakukan penggelembungan suara dimasing-masing TPS seperti yang dituduhkan itu. Bukan hal yang gampang untuk melakukan semua itu, karena disetiap TPS juga ada saksi yang disiapkan dari masing-masing paslon serta ada pengawas TPS,” cetusnya.

Dijelaskannya, sebagai tim inti pemengan paslon ADP-Sul tidak pernah mengarahkan untuk melakukan pelanggaran itu. Sebelumnya juga, ADP-Sul menengaskan kepada seluruh tim untuk tidak melakukan pelanggaran yang bisa mencedrai tatanan demokrasi. Sebagai tim, sambungnya, pihaknya diarahkan untuk bagaimana bekerja agar bisa memenangkan pertarungan Pilwali Kendari.

“Kami tidak pernah diarahkan untuk berbuat curang. Kami hanya diarahkan untuk menang dan menggagalkan kecurangan yang dilakukan tim paslon lain. Kami juga mempunyai bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan tim paslon Rasak-Haris. Hanya saja kita tidak menjadikan konsumsi publik seperti yang dilakukan mereka,” jelasnya.

Ia membeberkan, tim paslon ADP-Sul juga mempunyai bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan tim paslon Rasak-Haris. Pelanggaran tersebut, kata dia, pada saat proses penyaluran surat pemberitahuan memilih (C6) kepada masyarakat, tim paslon Rasak-Haris itu menahannya.

“Semua bukti-bukti itu telah kami pegang seperti yang terjadi di Kelurahan Tondenggeu Kecamatan Abeli saat penyelenggara akan membagikan C6 kepada warga selalu ditahan-tahan oleh tim paslon Rasak-Haris. Sebagai tim ADP-Sul kami selalu bertindak dewasa tidak semerta-merta cacian mereka kami balas dengan cacian,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini proses Pilwali Kendari telah berlanjut di MK atas sengketa yang diajukan tim paslon Rasak-Haris dan telah sampai ketahap sidang pendahuluan. Dalam sidang pendahuluan itu telah menyampaikan permohonannya yang diantaranya itu meminta dilakukan PSU dan diskualifikasi paslon ADP-Sul.

“Silahkan serahkan semua bukti-bukti yang dimilikinya. Kalau memang benar nanti bakal diproses seperti apa keputusan MK,” pungkasnya. (m2)

To Top