Headline

Nasihat Plt Rektor untuk Calrek: Berserah Diri Sajalah!

Prof Supriadi Rustad

KENDARI, BKK – Plt Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Ir Supriadi Rustad memberikan nasihat kepada kepada para calon rektor yang terpilih dalam penjaringan dalam menghadapi perebutan suara Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Moh Natsir.

Nasihat Prof Supriadi Rustad ditulis dalam blog peribadinya http://supriadirustad.blog.dinus.ac.id yang dia unggah Sabtu (18/3). Tulisan itu berjudul “Membasuh Muka Pilrek dari Wajah Pilkada: Sebuah Pelajaran dari UHO” Nasihatnya untuk para calon rektor dia tempatkan pada bagian akhir tulisannya.

Apa nasihatnya” “Nasihat untuk calon rektor, berserah diri sajalah. Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana,” begitu tulisan Prof Supriadi Rustad.

Nasihat Prof Supriadi ini tentu ditujukan kepada calrek yang biasanya melakukan berbagai upaya untuk melobi menteri agar mendapatkan suaranya.

Menurut Prof Supriadi , di dalam sejarah pemilihan rektor, suara menteri susah ditebak. “Sebagai pelaku yang cukup sering ditugasi sebagai utusan Menteri, saya mengamati suara tersebut memiliki spektrum lebar dengan distribusi frekuensi yang acak, nyaris tanpa pola,” tulisnya.

Makanya, dia melanjutkan, menerka dan meramal suara Menteri adalah kesia-sian. “Siapa pun menterinya, yang pasti ia sangat tidak suka jika kedaulatannya diintervensi oleh eksternal,” tulisnya lagi.

Dalam tulisannya Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik Perguruan Tinggi Kemenristekdikti ini, pada awal tulisannya mengulas tentang kegaduhan pada pilrek sejumlah perguruan tinggi menggejala karena keterbukaan informasi dan pengaruh dari riuhnya pesta demokrasi pilkada.

“Ada kecenderungan pilrek meniru pola dan gaya pilkada dengan segenap pernak-perniknya, termasuk dengan kehadiran tim sukses dan pemanfaatan jasa pengerah massa menjelang hari H. Pemilihan bahkan sudah mulai melibatkan investor “asing”,” tulis Prof Supriadi.

Dengan kondisi ini, menurut Supriadi perguruan tinggi gagal menjadi pelopor pembangunan demokrasi.

“Alih-alih menjadi pelopor pembangunan demokrasi, sejumlah perguruan tinggi bahkan telah gagal karena cenderung menjadi pengekor praktik demokrasi yang kurang baik,” tulisnya.

Pada bagian lain Prof Supriadi mengulas posisinya yang berusaha mengedepankan netralitas dalam Pilrek UHO. Walaupun menurutnya, godaan untuk netral begitu dia sangat rasakan, baik berasal dari internal UHO maupun pihak eksternal.

Dia menyatakan, dia meyakini masyarakat UHO tahu benar bahwa pelaksana tugas tidak memiliki akses terhadap suara menteri, namun kompetisi untuk  mendapatkan perhatiannya tergolong sangat aktif. Dia menduga dekat dengan Plt akan membuat ‘grogi’ para kompetitor. Menurutnya, motif seperti sederhana.

“Pemahaman yang baik tentang peta kekuatan yang sedang berkompetisi akan sangat membantu pelaksana tugas memberikan perhatian yang adil dan berimbang,” tulisnya.

Tulisan lengkap Prof Supriadi dapat dibaca legkap dalam blog pribadinya http://supriadirustad.blog.dinus.ac.id.

Sementara itu, Ketua Senat UHO, Dr Ir Aminudin Mane Kandari MSi, menyampaikan ketiga nama calrek segera diserahkan ke Kemenristekdikti untuk selanjutnya diketahui dan dilanjutkan dengan visi misi selanjutnya.

“Kami akan membawa berkas ketiga calon rektor ke Jakarta menyerahkan nama-nama yang lolos tahap selanjutnya ke Kemenristekdikti. Sekaligus mengundang pihak Kementrian tersebut untuk mmberikan hak suaranya sebanyak 35 persen pada pemilihan  selanjutnya,” kata Amindduin.

Aminudin menyatakan, suara mentri akan menjadi penentu siapa yang berhak menjadi Rektor UHO. Bisa jadi, sambung Aminudin, pihak Kementrian membagi rata suaranya kepada tiga calon dan bisa jadi langsung memberikan dukungan pada kandidat calon rektor UHO Periode 2017-2021.

“Ya kita tidak tahu, siapa tahu mentri membagi rata suaranya atau langsung memberikan pada seorang calon,” ujarnya.

Selain itu, yang menentukan terpilihnya calon rektor yaitu rekam jejak calon, bisa saja jadi pertimbangan mentri dalam memilih calon rektor dan visi misi juga boleh jadi mempengaruhi pilihan mentri dalam perhelatan visi misi pada 23 Maret yang akan datang.

Aminudin juga mengatakan, suara senat bisa jadi berubah pada putaran kedua. Misalnya, pada putaran pertama peraih 9 suara bisa jadi bertambah atau yang memiliki suara 40 bisa jadi berkurang. Begitupun juga peraih suara terbanyak, bisa bertambah dan bisa juga berkurang.

Sesuai dengan tahapan yang sudah ditentukan, 23 Maret 2017 mendatang pilrek UHO akan kembali digelar sebagai babak penentuan siapa yang akan menjadi pimpinan  orang nomor  1 UHO. (p12/lex)

To Top