Kondisi Konservasi Laut di Sultra Buruk – Berita Kota Kendari
Beranda

Kondisi Konservasi Laut di Sultra Buruk

KENDARI, BKK – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) Indonesia menciptakan kawasan konservasi laut secara berkesinambungan, melalui program Peforma Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (EAFM) di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Sulawesi Tenggara.

Ketua peneliti (EAFM) FPIK UHO, Ir Halili MSc, mengatakan, kerjasama FPIK dengan WWF Indonesia untuk melihat sejauh mana kondisi kawasan konservasi perairan daerah.

“Jadi kami melakukan penilitian di tiga Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yakni di Kota Kendari, Kabupeten Konawe Selatan dan Konawe,” kata Halili kepada jurnalis BKK saat ditemui di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan penilaian terhadap kawasan konservasi menggunakan skor. Jika skornya 1 maka kondisi kawasan konservasi buruk, skornya 2 kondisi konservasi sedang dan bila skornya 3 maka kondisi kawasan konservasinya masih bagus.

“Sehingga, berdasarkan hasil penelitian dan penilaian di lapangan, ketiga daerah ini masuk dalam kartegori 1,7. Berarti ketiga kawasan konservasi daerah ini, masuk dalam kategori buruk mendekati sedang,” ucapnya.

Dari skor yang didapatkan ketiga daerah tersebut, kata Halili perlu diadakan perbaikan, sehingga WWF Indonesia dan FPIK mencoba memberikan gambaran kepada nelayan, bagaimana cara pengakapan ikan dengan baik, sehingga tidak merusak kawasan konservasi.

“Semua stakeholder terkait harus melakukan perbaikan bersama, baik itu pemerintah terkait maupun nelayan setempat. Kawasan konservasi berperan tidak dalam peningkatan produksi perikanan. Maka, inilah peran kita bersama sehingga produksi perikanan mangalami peningkatan dan berkelanjutan dikawasan konservasi sehingga memberikan input ekonomi kepada masyarakat,” jelasnya .

Apalagi, katanya, teluk Starling atau yang lebih dikenal kawasan konservasi perairan daerah, terdapat banyak organisme-organisme endemik yang perlu dilindungi, karena tidak berada di daerah lain. Makanya Teluk starling dikategorikan daerah unik. (p12/lex)

To Top