Suksesi

DPP PAN Teriman Berkas PAW Anggota Dewan

KENDARI, BKK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) menerima berkas rekomendasi pergantian antar waktu (PAW) dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Fraksi PAN yakni Steve Ousten Rere dan Aladin.

Kedua legislator tersebut bakal di PAW karena berdasarkan hasil evaluasi Tim Sembilan selain malas berkantor dan dalam menjalankan tugasnya kurang baik sebagai perwakilan rakyat, juga tidak mendukung pasangan calon (paslon) yang diusung DPP PAN dalam pemilihan wali Kota dan wakil wali Kota Kendari.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sultra, Kus Gladi Surya mengatakan, berkas kedua anggota DPRD Kota Kendari telah diserahkan ke DPP PAN. Keduanya itu akan di PAW karena terbukti malas dalam menjalankan tugasnya dan kedapatan mendukung paslon lain dalam Pilwali Kota Kendari.

“Berkasnya PAW keduanya telah diterima DPP pada Kamis (16/3) lalu. Steve Ousten Rere bakal di PAW karena dinilai malas dalam menjalankan tugasnya. Sementara Aladin itu tidak loyal terhadap partai karena mendukung paslon di luar dari yang diusung PAN dalam Pilwali kemarin,” katanya melalui sambungan selulernya, Minggu (19/3).

Ia menambahkan, PAW terhadap anggota DPRD Kota Kendari ini diusulkan Ketua DPRD Kota Kendari, Samsuddin Rahim yang juga merupakan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Kendari. Namun, dari tiga nama yang diusulkan untuk dilakukan PAW, hanya dua nama yang berpotensi besar untuk di PAW.

“Sebelumnya ada tiga nama yang diusulkan untuk PAW yaitu Steve Ousten Rere, Aladin dan Nurhan Baharumin. Tetapi dari hasil evaluasi tim sembilan yang terdiri dari delapan pengurus DPD dan satu dari pengurus DPP PAN satu dianggap tidak terbukti atas nama Nurhan. Jadi hanya hanya dua anggota dewan yang berpotensi besar di PAW,” jelasnya.

Lelaki yang juga merupakan Ketua Barisan Muda PAN Kota Kendari ini menegaskan, partai yang berlambang matahari tersebut sangat tegas dan tidak toleransi terhadap kader yang melawan keputusan partai. Pasalnya, kata dia, sejak awal DPP telah telah mengingatkan kepada seluruh kader di semua wilayah yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), wajib hukumnya untuk memenangkan paslon usungan partai.

“Siapapun kader jika terbukti melawan atau tidak mengikuti apa yang menjadi keputusan partai akan diberikan sanksi sampai pemecatan. Untuk proses PAW terhadap Steve Ousten Rere dan Aladin itu bakal dilakukan pada Bulan April mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Aladin membantah dirinya telah melawan apa yang menjadi intruksi partai seperti yang dituduhkan itu. Menurutnya, dirinya selalu mengikuti apa yang menjadi keputusan partai. Sehingga untuk mengenai PAW, dirinya sama sekali tidak menerima semua itu.

“Usulan PAW itu harus dilengkapi dengan bukti-bukti kuat, atau keterlibatan secara langsung bahwa kami mendukung paslon lain. Itu harus ada. Sebenarnya PAN ini bukan milik Ketua DPD dan Ketua DPRD Kota Kendari, sehingga bisa memutuskan seenaknya. Kami juga pernah berbuat dan membesarkan PAN,” kesalnya. (m2/lex)

To Top