Kejati Ingatkan Kejari Bombana dan Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Kejati Ingatkan Kejari Bombana dan Kendari

KENDARI, BKK- Meski telah lama dinyatakan lengkap dan sudah masuk tahap II, namun hingga kini kasus dugaan korupsi pembangunan Kendari Water Sport (KWS) dan kasus dugaan manipulasi hasil produksi emas PT Panca Logam Makmur (PLM) pada 2010-2011, keduanya belum juga mengalir ke pengadilan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Janes Mamangkey ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, Jumat (17/3), pihaknya telah meminta untuk segera dilakukan pelimpahan.

“Kami sudah minta pihak Kejari Kendari yang menangani kasus dugaan korupsi pembangunan KWS dan pihak Kejari Bombana yang menangani dugaan manipulasi hasil produksi emas untuk segera melakukan pelimpahan,” terangnya.

Permintaan ini, lanjut dia, memang kurang etis dilakukan karena pada dasarnya kasus yang telah usai ditangani pihak Kejati atau dinaikan ke tahap II, mestinya sudah tidak lagi menjadi kewenangan Kejati.

“Apa yang kami lakukan ini memang tidak benar tetapi tidak juga salah, karena sejauh ini kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kendari, padahal untuk pelimpahan tahap II sudah lama dilakukan,” jelasnya.

Janes kembali mengingatkan, dalam aturannya masa hukuman tersangka yang berkasnya telah dinaikan ke tahap II yaitu selama 30 hari sebelum disidangkan.

Artinya, jika dua kasus ini belum juga disidangkan, maka bisa berdampak pada pembebasan bersyarat.

“Kalau masa tahanan yang dijalani tersangka melewati batas maka tersangka tersebut bisa bebas , dan jika ini terjadi sangat kita sayangkan,” tukasnya.

Terpisah, Kajari Bombana Baharuddin menuturkan, terkait kasus dugaan manipulasi hasil produksi emas PT PLM, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pelimpahan.

“Kita masih rampungkan berkasnya dan dalam waktu dekat kita akan limpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Kendari,” ungkapnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan KWS dinaikan ke tahap II dan dilimpahkan kembali ke Kejari Kendari pada 7 Maret 2017 lalu, dengan tersangkanya Kepala Dinas Pariwisata Sultra Zainal Koedoes, Pejabat Pembuat Komitmen Asman Embo dan Andi Natsir selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Untuk kasus dugaan manipulasi hasil produksi emas dinaikan ke tahap II dan dilimpahkan kembali ke Kejari Bombana yaitu pada 13 Februari 2017 lalu dengan tersangka Rizal Fachreza dan Made Susastra.(cr5/iis)

To Top