Lingkar Sultra

Kades Lalowatu Keluhkan Kinerja BPBD Konsel

ANDOOLO, BKK – Kepala Desa Lalowatu, Tinggaea mengeluhkan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Konawe Selatan (Konsel), yang tidak memperhatikan keluhan masyarakatnya.

Pasalnya, laporan yang disertai dokumen foto rumah korban yang tertimpa pohon besar akibat bencana alam beberapa waktu lalu, sampai saat ini belum mendapatkan respons.

Kepala Desa Lalowatu, Amin mengatakan, pihak BPBD Konsel saat itu berjanji akan mendatangi rumah korban, tetapi tak kunjung datang. “Saya bingung juga kenapa warga kami sama sekali tidak diperhatikan,” katanya, Jumat (17/3).

Dia berharap, BPBD Konsel agar berlaku adil bagi semua korban bencana alam. Terutama tidak membeda-bedakan untuk jarak wilayah korban dari BPBD.

Sementara Kepala Badan BPBD Konsel, Ir Armansyah saat dikonfirmasi melalui via telpon membantah pernyataan Kades Lalowatu tersebut. Bahkan laporannya pun belum masuk ke mejanya.

“Saya sudah cek di kantor laporan dari Desa Lalowatu itu tidak ada. Saya ingin balik tanya sama siapa dia setor itu laporannya,” tanya Armansyah.

Dia menjelaskan, seharusnya pihak kepala desa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kecamatan, yang kemudian oleh kecamatan diteruskan kepada BPBD. “Kalau komunikasinya bagus, seharusnya Pak Desa laporkan ke camat karena pak camat mempunyai nomor saya. Dan setelah saya tahu, pasti saya langsung mendatangi tempat itu,” katanya.

Armansyah pun menjamin BPBD akan selalu tanggap dalam setiap peristiwa bencana alam. Seluruh laporan yang masuk, selalu direspons cepat.

“Baru-baru ini kami memberikan bantuan kepada beberapa masyarakat yang tertimpa bencana. Itu karena laporannya sudah masuk ke BPBD,” tambahnya.

Namun dia mengingatkan, bantuan BPBD juga punya jangka waktu. Dalam hal ini, paling lambat dua pekan setelah kejadian.

“Kalau lewat 2 minggu, itu sudah dianggap basi,” katanya.

Armansyah juga mengatakan untuk laporan atas kejadian bencana alam, pihak terkait harus melaporkan paling lambat satu hari setelah kejadian yang disertakan kronologi kejadian. “Karena kita juga diawasi pihak BMKG. apakah di daerah itu telah terjadi bencana alam atau tidak,” katanya lagi.

Sejauh ini, sudah ada tiga desa yang telah melaporkan jumlah korban bencana alam akibat angin kencang. “Tapi untuk jumlah rumah yang menjadi korban, masih dilakukan pengecekan,” terangnya. (cr13/aha)

To Top