Prof Buyung Ungguli Zamrun – Berita Kota Kendari
Headline

Prof Buyung Ungguli Zamrun

Sumardin/BKK
Tiga calon rektor Dr Muh Zamrun, Prof Buyung Sarita dan Prof La Sara berangkulan usai pemungutan suara dalam penjaringan calon rektor UHO yang berlangsung di ruang rapat senat, Kamis (16/3).

KENDARI, BKK – Dalam pemilihan calon rektor Univeristas Halu Oleo (UHO) putaran pertama, secara mengejutkan guru besar Fakultas Ekonomi Prof Buyung Sarita tampil sebagai peraih suara tertinggi dari enam bakal calon rektor yang bertarung dalam proses pemilihan yang dilakukan senat UHO di ruang rapat senat, Kamis (16/3).

Prof Buyung meraih 43 suara mengungguli pemenang dalam Pilrek 13 Juni 2016 lalu, Dekan FMIPA, Dr Muh Zamrun F yang hanya meraih 40 suara. Selanjutnya urutan ketiga Dekan FPIK Prof La Sara 9 suara, disusul Prof La Rianda 4 suara, dan Prof La Ode Muh Aslan hanya 2 suara. Sementara satu-satunya balon Prof Nur Lansi tak memperoleh suara.

Dalam pemilihan tersebut, dari total anggota senat sebanyak 101 orang, ada dua anggota senat yang tidak hadir karena sakit yakni Prof Faad Maonde dan Drs Muh Syafa Abdullah.

Proses pemilihan yang dipimpin Ketua Senat UHO, Prof Aminuddin Mane Kandari berlangsung lancar.

Proses pemilihan berlangsung tertutup, sehingga jurnalis hanya meliput dari luar ruang rapat senat.

Usai pemungutan suara, Ketua Senat UHO menetapkan dan mengukuhkan sebagai calon untuk mengikuti proses pemilihan selanjutnya, yakni dengan melibatkan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi sebagai pemilik 35 persen suara dalam Pilrek.

Selain itu, Ketua Senat juga memberikan kesempatan masing-masing calon rektor UHO untuk melakukan penandatanganan surat pernyataan bahwa tahapan penyaringan yang dilakukan bebas dari masalah dan bebas dari penggugatan.

Menurut Aminuddin, ketiga calon yaitu Prof Buyung Sarita, Dr Muh Zamrun, Prof La Sara  selanjutnya akan berkompetisi pada tahapan pemilihan rektor UHO dengan melibatkan Menristek Dikti pada 23 Maret 2017 mendatang.

Sebelum digelarnya pemilihan, rencananya ketiga calon kembali akan melakukan pemaparan visi dan misi di hadapan Menristek Dikti atau yang mewakilinya.

Ia menjelaskan, dalam pemaparan visi misi kedepannya sangat dipengaruhi oleh rekam jejak calon rektor yang akan memaparkan program kerja, karena suara Kemenristek Dikti sebanyak 35 persen akan memberikannya kepada calon setelah mendengarkan pemaparan visi dan misin.

“Maka demikian tidak berarti yang suara terbanyak pada hari ini kedepannya akan menjadi yang pertama, begitupun sebaliknya urutan yang terakhir pada pungutan suara pada hari ini kedepannya bisa menjadi yang pertama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, suara yang diberikan Kemristek Dikti pastinya sudah memalui tahapan penilaian dari rekam jejak visi misi dan program kerja  masing-masing kandidat calon rektor UHO periode 2017-2021.

Baginya, prosedur yang diterapkan Kemenristek Dikti bahwa bagi calon yang memenangkan pilrek UHO, tapi dalam prosesnya rektor  tersebut tersandung masalah yang melanggar prosedur yang telah ditetapkan Kemenristekdikti  maka rektor akan diberhentikan dan prosesnya diulang seperti semula.

Bila membandingkan dengan hasil penjaringan calon rektor pada 13 Juni 2016 lalu, memang terjadi perbedaan perolehan suara yang mencolok. Saat itu jumlah anggota senat  sebanyak 117 orang, dimana tiga calon peraih suara tertinggi yakni Dr Muh Zamrun meraih 63 suara, disusul Prof Buyung Sarita dengan 32 suara dan Prof La Rianda dengan 12 suara.

Namun dalam perjalanannya hasil penjaringan tersebut dibatalkan Menristek Dikti. Bukan saja itu, Kemenristek kemudian melakukan rasionalisasi dengan menghilangkan sejumlah keanggotaan senat yang dianggap tidak memenuhi syarat.

Setelah itulah barulah kemudian proses pilrek dimulai dari awal sejak pertengahan Februari lalu. (p12/lex)

To Top