Hadapi Gugatan, KPU Buka Kotak Suara – Berita Kota Kendari
Headline

Hadapi Gugatan, KPU Buka Kotak Suara

KPU Kota Kendari saat melakukan pembukaan kotak suara di Aula KPU Kota Kendari, Kamis (16/3). (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari mulai melakukan pembukaan kotak suara untuk mengumpulkan alat bukti dalam mengadapi gugatan sengketa permohonan pemohon di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan tim pasangan calon (paslon) Wali kota dan Wakil Wali Kota Kendari nomor urut 1 Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris).

Pembukaan itu disaksikan langsung Panitia Pengawas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Panwaslih) Kendari serta pihak Kepolisian Resor (Polres) Kendari yang dihadiri langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigid Hariyadi SIK.

Komisioner KPU Kota Kendari Koordinator Divisi Logistik, Umum dan Keuangan Abdul Wahid Daming mengatakan, pembukaan kotak suara itu dilakukan atas adanya gugatan permohonan sengketa di MK yang dilakukan paslon tim paslon Rasak-Haris. Hal itu, sambungnya, berdasarkan Pasal 71 PKPU Nomor 11 Tahun 2015 tentang proses pembukaan kotak suara disaksikan langsung Panwaslih Kota Kendari dan pihak keamanan dalam hal ini Polres Kendari

“Sesuai Pasal 71 PKPU Nomor 11 Tahun 2015 tentang proses pembukaan kotak suara kami telah lakukan sejak semalam. Pembukaan kota suara itu berdasarkan materi gugatan yang diajukan tim paslon Rasak-Haris di MK sekaligus untuk alat bukti atas jawaban dari permohonan pemohon sengketa Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Kendari,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/3).

Ia menambahkan, alat bukti yang disiapkan KPU Kota Kendari berupa bukti perolehan suara dari masing-masing paslon, penggunaan hak pilih termaksud surat suara yang digunakan dalam perhitungan suara Pilwali Kendari di setiap tempat perhitungan suara (TPS). Namun, kata dia, dari hasil data yang ditemukannya, materi gugatan tim paslon Rasak-Haris berbeda dengan apa yang ditemukan dilapangan.

“Dalam materi permohonan pemohon itu berbeda-beda mulai dari adanya kelebihan suara suara dan lain sebagainya. Sehingga untuk melakukan pembelaan itu kami harus membuka kotak suara. Tetapi setelah kami membuka kotak suara, kami menemukan tidak sesuai dengan apa yang disebutkan dalam materi gugatannya. Sehingga kami menanganggap materi gugatan permohonan itu sepihak,” jelasnya.

Dijelaskannya, pembukaan kotak suara itu dilakukan jika tidak ditemukan pada hasil rekapitulasi di panitia pemilih kecamatan (PPK). Terutama, seperi pada PPK Kambu. KPU Kota Kendari yang harus mendatangi langsung pada kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPPS) untuk mengambil format yang dibutuhkan karena tidak ditemukan dalam kotak suara di PPK.

“Sementara untuk di PPK Kendari Barat kami akan mengambil dua TPS karena tidak ditemukan juga dalam kotak suara saat di PPK. Khusus untuk format daftar hadir pemilih (C7-KWK) kami telah buka dan ambil semuanya. Namun, kalau untuk format C1-KWK kami tidak membukanya secara keseluruhan tetapi disesuaikan dengan materi permohonan pemohon di MK,” cetusnya.

Ia juga mengharapkan, dalam pembukaan kotak suara bisa dituntaskan secara keseluruhan hari ini (kemarin red). Pasalnya, kata dia, dari hasil pembukaan kotak suara tersebut akan langsung diterbangkan ke Jakarta yang bakal dijadikan sebagai alat bukti untuk menjawab permohonan pemohon pada sidang jawaban termohon di MK.

“Kami harapkan pembukaan kota suara itu bisa diselesaikan secepatnya karena akan langsung dibawah ke Jakarta hari ini sebagai alat bukti dalam mengahdapi sidang di MK nantinya,” pungkasnya. (m2/lex)

To Top