Pendidikan

Rp 1,3 Miliar Anggaran KKN Dipungut dari Mahasiswa

Tasman
(Faisal/BKK)

KENDARI, BKK- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (Stikes MW) Kendari akan memberangkatkan 624 mahasiswanya untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Konawe, Sabtu (18/02).  Dalam KKN tersebut, masing-masing mahasiswa diwajibkan membayar Rp 2,2 juta, sehingga total anggaran yang terkumpul sebesar Rp 1,3 miliar.

Wakil Ketua I Stikes MW Bidang Akademik, Tasman mengatakan, punguitan dana tersebut untuk biaya keperluan mahasiswa itu sendiri selama mengikuti KKN. Dimana, 50 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk konsumsi.

“Sisanya itu untuk biaya transportasi, biaya perlengkapan, serta pembiayaan-pembiayaan untuk praktek atau kegiatan di lapangan,” tutur Tasman saat ditemui di ruang kerjanya di Stikes MW Kendari, Kamis (16/02).

Ia mengungkapkan, KKN akan dilaksanakan di 45 desa dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe, diantaranya Kecamatan Uepai, Lambuya, Orembuta, serta Puriala.

Dijelaskannya, kegiatan KKN tahun ini dilakukan di Konawe karena alasan untuk menekan biaya pelaksanaan KKN, sebab menurutnya, jika dilaksanakan di tempat lain akan menyebabkan banyak anggaran yang akan dikeluarkan.

“Kenapa tidak di Muna, di Buton, maklum karena biaya kasian terlalu besar untuk mahasiswa kalau ke Muna atau Buton,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, 624 mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari dua jurusan atau program studi (Prodi), yaitu 216 mahasiswa dari Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan 408 dari Prodi Keperawatan. Masing-masing mahasiswa akan melakukan program kerja sesuai dengan keilmuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Lanjutnya, dalam pelaksaan KKN, Stikes MW mengutus sebanyak 28 dosen pembimbing untuk melakukan pembinaan terhadap mahasiswa yang mengikuti KKN.

“KKN berlangsung selama 30 hari. Nanti mereka akan melakukan survei kesehatan masyarakat terlebih dahulu, setelah itu memetakan masalah. Kemudian mereka membuat perencanaan apa yang mau mereka kerjakan bersama-sama masyarakat,” tandasnya.

Tasman menambahkan, KKN tahun ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Sehingga pihaknya berharap, dengan KKN yang dilaksanakan, mahasiswa dapat menemukan masalah terkait kesehatan untuk kemudian melakukan kerja sama dengan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang ada.

“Dengan ini mahasiswa bisa berdiskusi dengan masyarakat, mengumpulkan masyarakat lalu ceramah tentang kesehatan, serta mampu melakukan penyuluhan kesehatan di masyarakat,” tutupnya.(p11/nur)

To Top