BI: Belum Ada Lonjakan Penarikan Uang di Sultra – Berita Kota Kendari
Beranda

BI: Belum Ada Lonjakan Penarikan Uang di Sultra

LM Bachtiar Zaadi. (Faisal/BKK)

KENDARI, BKK- Kator Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, sampai pada akhir Januari 2017, belum ada lonjakan transaksi tunai atau penarikan uang yang terjadi di bank-bank yang ada di Sultra.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bidang Manajemen Intern dan Sistem Pembayaran, LM Bachtiar Zaadi mangatakan, pada triwulan IV 2016, pihaknya mencatat total transaksi tunai di Sultra mencapai Rp 1,5 triliun. Sedikit lebih rendah jika dibanding dengan 2015 lalu, dimana pada 2015 tercatat Rp 1,8 triliun.

“Kalau kita melihat historisnya, sampai Januari 2017 itu tidak terjadi lonjakan penarikan uang yang dilakukan oleh perbankan yang ada di Sultra,” ujar Bachtiar saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pada Januari 2017, pihaknya mencatat total outflow atau uang keluar di BI hanya mencapai Rp 91 miliar. Sedangkan inflownya Rp 468 miliar. Sehingga masih terjadi net-inflow sebesar 377 miliar.

“Memang masih ada uang masuk Rp 377 miliar, namun itu jauh lebih rendah dibanding Januari 2016, dimana outflownya mencapai Rp 100 miliar dengan inflow sebesar Rp 600 miliar,” tuturnya.

Dijelaskannya, untuk mengukur tingkat transaksi di masyarakat, itu dilakukan berdasarkan bank yang melakukan transaksi. Sehingga pihaknya tidak memaparkan tingkat transaksi di masing-masing daerah yang ada di Sultra.

Namun, terkait pertumbuhan perbankan secara umum berdasarkan pangsanya, lanjut dia, bank pemerintah masih mendominasi industri perbankan di Sultra dengan porsi aset mencapai 83,5 persen, sedangkan total bank swasta nasional hanya sebesar 16,5 persen dari total aset bank umum di Sultra.

Dipaparkan, untuk bank perkreditan rakyat (BPR), per September 2016, pertumbuhan aset BPR sebesar 15,8 persen menjadi Rp 18,12 triliun, dengan rincian jenis kredit modal kerja Rp 5,06 triliun, investasi Rp 6,83 triliun, dan kredit konsumsi 11,14 triliun.

Sementara, jumlah penyaluran kredit bank umum tertinggi terjadi pada beberapa sektor, di antaranya sektor rumah tangga untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya Rp 8,68 triliun atau 55,36 persen.
Sektor perdagangan besar dan eceran Rp 4,22 triliun atau 26,91 persen, sektor rumah tangga untuk pemilikan rumah tinggal Rp 1,79 triliun atau 11,42 persen.

Sektor kontruksi Rp 0,53 triliun atau 3,38 persen, serta sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum Rp 0,46 triliun atau 2,93 persen.

Sedangkan, untuk ketersediaan uang, Bactiar menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan transaksi.

Dalam hal ini, ketersediaan uang untuk masyarakat Sultra dianggap masih mencukupi.

“Bahkan di hari libur, Sabtu dan Minggu, kami tetap akan menperhatikan kebutuhan uang masyarakat, khususnya di ATM-ATM agar terpenuhi,” tutupnya. (p11/iis)

To Top