Indeks Ketangguhan Resiko Bencana Konsel Minim – Berita Kota Kendari
Aktualita

Indeks Ketangguhan Resiko Bencana Konsel Minim

Andoolo, BKK – Pemerintah Kabupaten Konsel bekerja sama dengan lembaga  United States Agency International Development (USAID)  Adaptasi perubahan iklim dan ketangguhan (APIK) telah melaksanakan lokakarya penilaian ketangguhan Kabupaten Konsel yang terpusat di salah satu Hotel di Konsel kemarin, (14/2).

Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari hasi MoU yang telah ditandatangani oleh kedua pihak beberapa waktu lalu.

Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga melalui Sekda Konsel, Ir Sjarif Sajang mengungkapkan, tujuan lokakarya tersebut dilaksanakan dengan harapkan seluruh komponen baik TNI Polri maupun dunia usaha, serta pemerintah dan masyarakat secara umum itu bisa berkolaborasi dan merumuskan untuk menjadi suatu kebijakan.

“Bahkan ini sudah ada di RPJMD Konsel. Ini merupakan langkah kongrit untuk menilai ketangguhan adaptasi resiko bencana di daerah kita,” jelanya.

Dengan demikian, kata Sjarif Sajang, seluruh komponen serta stekholder. bersama seluruh masyarakat pada umumnya agar memberikan kekuatan penuh ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim cuaca ekstrim dan lain-lain.

“Sehingga nanti pada saat terjadi bencana dan angin puting beliung khususnya di Konsel masyarakat sudah memiliki kemampuan dasar. Baik dalam hal investigasi bencana maupun langkah-langkah penanggulangan,” terangnya.

Sementara itu, Regional Manajer Program APIK Sultra, Buttu Madika menjelaskan, Selama kurang lebih dua hari lokakarya dalam penilaian ketangguhan kabupaten terhadap dampak perubahan iklim dan resiko bencana. Kabupaten itu masih beradapa pada posisi rendah atau kurang.

“Adapun hasil dari lokakaraya ini kita berkesimpulan bahwa indeks ketangguhan daerah sudah mulai kelihatan. Untuk sementara indeks ketangguhan sekitar 0,45 persen. Tapi baru sementara, karena belum rampung, dan masih ada pertanyaan kunci yang harus terjawab dari penilaian ini. Nah dengan angka tersebut ini menunjukan bahwa Konsel masih sangat rendah dalam menghadapi resiko bencana,” simpulnya.

Dalam upaya penilaian ketangguhan itu pihaknya melibatkan peserta yang terdiri dari berbagai elemen, baik TNI/Polri dan pemerintah serta LSM dan bahkan dewan Pers.

“Mereka sudah terlibat aktif dalam melaksanakan penilaian ketangguhan kabupaten dengan dua alat kaji. Yakni 71 Indikator dan skor card. Nah ini untuk melihat seperti apa tingkat ketangguhan daerah dalam menghadapi perubahan iklim dan resiko bencana tertutama bencana yang marak di Konsel,” jelasnya.

Dari 71 indikator dimaksud diantaranya adalah melihat kajian resiko bencana yang sudah ada, prosedur penanggulangan bencana serta kesiapan daerah untuk menghadapi bencana serta upaya pemulihan.

“Sementara dari skor cut, itu lebih spesifik, yakni mengenai regulasi kebijakan yang sudah dikembangkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mengurangi resiko bencana,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Konsel, Ir Adywarsyah Toar mengungkapkan, program APIK tersebut merupakan wadah yang tepat dalam membantu pemerintah daerah untuk mendeteksi sekaligus adaptasi ketangguhan bencana.

“Sehingga diharapkan dengan kajian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya komponen terkait dalam hal upaya penangguhan resiko bencana,” jelasnya.

Untuk di Konsel, tambah dia salah satu bencana yang paling sering adalah bencana banjir.

“Dengan begitu, kita perlu ada upaya untuk memberikan penanggulangan salah satunya dengan kegiatan penilaian seperti ini,” katanya menambahkan.(cr13)

To Top