Modus Baru Pilkada: Beli dan Kumpulkan Formulir C6 – Berita Kota Kendari
Beranda

Modus Baru Pilkada: Beli dan Kumpulkan Formulir C6

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggarisbawahi Kabupaten Muna Barat (Mubar) sebagai daerah berpotensi paling rawan dibanding 6 kabupaten dan kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017.

dari sejumlah 119 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Mubar, semua dikategorikan rawan dengan 100 persen potensi rawan.

Demikian hasil pemetaan Bawaslu Sultra berdasarkan aspek pemberian uang atau materi lainnya dan berdasarkan keterlibatan penyelenggaran negara.

“Hal itu dilihat dari investigasi dan data-data yang diperoleh berdasarkan kebutuhan dan perekonomian warganya,” jelas Pimpinan Bawaslu Sultra Munsir Salam, saat Sosialisasi TPS Rawan di Grand Clarion Kendari, Senin (13/2).

Kemudian, berdasarkan aspek akurasi DPT, Mubar merupakan daerah tertinggi potensi TPS rawan yang mencapai 100 persen.

Hal ini , kata dia, berdasarkan hasil investigasi dengan melihat keadaan-keadaan yang terjadi di setiap kecamatan di Mubar.

“Sementara, kedua tertinggi TPS potensi rawan atas aspek pemberian uang adalah Kabupaten Buton. Dari sejumlah 213 TPS, potensi rawan sebanyak 189 TPS atau 88,73 persen,” urainya.

Posisi ketiga, rinci dia, diduduki Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Disebutkan, dari sebanyak 161 TPS di Busel terdapat 120 TPS kategori potensi rawan atau sebanyak 74,53 persen.

Sementara, peringkat keempat daerah potensi TPS rawan dimiliki Kabupaten Bombana.

Menurut data, dari sejumlah 326 TPS terdapat 230 TPS potensi rawan atau 70,55 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) potensi TPS rawan mencapai 62,65 persen dari 326 TPS dan menempatkannya di posisi kelima.

Keenam tertinggi potensi TPS rawan disematkan pada Kota Kendari dengan estimasi 52,31 persen.

Untuk Kabuten Buton Tengah (Buteng) dari jumlah 204 TPS hanya sebanyak 57 potensi TPS rawan dengan rata-rata 27 persen.

Selain itu, kata dia, ada beberapa hal yang dikhawatirkan Bawaslu Sultra terutama mengenai hadirnya surat keterangan (suket).

“Kemudian di DPT banyak lagi yang beredar bahwa adanya oknum-oknum yang mengumpulkan surat pemberitahuan memilih (C6) yang digantikan dengan uang, untuk nantinya digunakan oleh orang lain, dalam pemungutan suara di TPS. Kejadian seperti ini bukan saja terjadi di satu kabupaten, melainkan terjadi di semua daerah yang melakukan pilkada serentak,” bebernya. (m2/iis)

Hasil Pemetaan TPS Rawan Berdasarkan Aspek Pemberian Uang

No    Kab/Kota        TPS Rawan        Total TPS        Persen

1.    Muna Barat               119                  119               100

2.     Buton                        189                  213               88,73

3.     Buton Selatan          120                  161               74,53

4.     Bombana                  230                  326               70,55

5.    Kolaka Utara            213                  340              62,65

6.     Kota Kendari           272                  520              52,31

7.     Buton Tengah           57                   204              27,94

To Top