Besok Sore, Kendari Sudah Punya Wali Kota Baru – Berita Kota Kendari
Headline

Besok Sore, Kendari Sudah Punya Wali Kota Baru

Dekan FISIP UHO Dr Bachtiar (kedua dari kiri) saat jumpa pers soal real count yang akan diselenggarakan pada pilkada Kendari. (Foto: Sumardin/BKK)

 KENDARI, BKK – Besok, Rabu (15/2), seluruh warga Kota Kendari yang memenuhi syarat sebagai pemilih akan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dengan domisilinya untuk menggunakan hak pilihnya.

Pelaksanaan pemilihan ini berlangsung secara serentak dengan enam kabupaten lainnya di Sultra serta sejumlah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, sekitar pukul 16.00 Wita masyarakat Kota Kendari sudah bisa mengetahui pasangan calon walikota yang memperoleh suara terbanyak di seluruh TPS yakni 520 TPS se-Kota Kendari.

Data perolehan suara ini dapat diperoleh melalui perhitungan suara cepat dengan sistem real count yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO).

“Berdasarkan keputusan KPU, FISIP UHO dinyatakan layak untuk menyelenggarakan perhitungan cepat melalui sistem real count. Jadi insha Allah besok sekitar pukul 16.00 Wita kami sudah memperoleh data perolehan suara dari masing-masing paslon,” kata Dekan FISIP UHO, Dr Bahtiar didampingi Dr Muh Najib Husain dan tim teknis real count dari Program Studi Ilmu Politik.

Bahtiar menjelaskan, dalam melaksanakan real count ini FISIP UHO menerjunkan mahasiswa sekitar 260 orang yang akan mengambil data di 520 TPS se-Kota Kendari.

“Setiap mahasiswa akan mengambil data di dua TPS. Awalnya kami rencanakan setiap TPS ada satu mahasiswa, namun setelah kami melakukan rekruitmen ternyata kekurangan akibat bertepatan dengan masa liburan,” kata Bahtiar.

Mahasiswa yang dilibatkan dalam penumpulan data yakni dari program studi Ilmu Politik, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Sosiologi, dan Hubungan International.

“Kami turunkan mahasiswa di 520 TPS, jadi kami tidak melakukan sampling, melainkan sensus. Inilah bedanya dengan lembaga-lembaga survei lainnya,” jelas Bahtiar.

Secara tekhnis Bahtiar menjelaskan, mahasiswa yang bertugas di TPS setelah mendapatkan data dari hasil perhitungan suara di TPS, dia lalu mengirimkan datanya melalui foto dan SMS ke koordinator kecamatan yang stand by di kantor FISIP UHO.

Setelah itu data yang masuk ditabulasi pada pusat data di FISIP UHO. Hasil tabulasi data itu kemudian diumumkan kepada publik

“Tapi ingat, kami hanya menyampaikan data-data suara yang diperoleh dari setiap TPS. Ini bukan menyampaikan siapa pemenang. Keputusan siapa pemenang adalah kewenangan penyelenggara, dalam hal ini KPU,” kata Bachtiar lagi.

Bahtiar menjelaskan, tujuannya dari real count sebagai bentuk partisipasi dalam pesta demokrasi sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk itu, inisiatif dan tanggung jawab sepenuhnya ada pada pihak FISIP UHO. Sebab pelaksanaan real count tidak teraviliasi dengan salah satu calon atau pihak mana pun.

FISIP UHO akan mengikuti rambu-rambu yang ditetapkan oleh KPU karena ini menyangkut kredibilitas kampus.

Kegiatan ini dimotori oleh dosen dan mahasiswa yang dilandasi kaidah akademik.

Sementara itu Dr Muh Najib menambhkan, sebelum mahasiswa diturunkan dalam real count ini telah dilakukan training selama tiga hari. “Sebelumnya mahasiswa kami training agar dalam mengumpulkan data dengan valid,” katanya.

Sedangkan Ketua KPU Kota Kendari mengatakan, FISIP UHO adalah salah satu lembaga yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak untuk menyelenggarakan perhitungan cepat bersama tiga lembaga lainnya.

“FISIP UHO memang kami telah nyatakan layak untuk menyelenggarakan perhitungan cepat melalui real count,” kata Hayani melalui telepon selulernya, Senin (13/2).

Dia menegaskan, bahwa hasil real count quick count bukan angka penentu kemenangan dari Pilwali, tetapi yang menjadi dasar kemenangan adalah hasil rekapitulasi dari jajaran KPU Kota Kendari mulai dari TPS, dan PPK.

“Kalau ada pihak-pihak nanti yang keberatan dengan hasil real count atau quick count, nanti bisa dilaporkan ke KPU,” katanya.(p12/lex)

To Top