Tim Rahmatnya Tangkap Warga Kumpul C6 – Berita Kota Kendari
Headline

Tim Rahmatnya Tangkap Warga Kumpul C6

Salah seorang warga yang diamankan Tim Rahmatnya, Saiful Muzal saat memperlihatkan surat panggilan warga yang sudah dia kumpulkan kepada Panwas dan polisi. (foto: Tim Rahmatnya)

KENDARI, BKK – Satgas dan relawan pasangan calon bupati dan wakil bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada – Achmad Lamani (Rahmatnya Mubar) menangkap seorang oknum yang mengaku sebagai tim paslon, ketahuan mengumpul surat pemberitahuan memilih (form C6) dari warga dan dijanjikan akan diberikan sejumlah uang.

Juru bicara Rahmatnhya Mubar, La Ode Rahmat Apiti menjelaskan, oknum yang ditangkap itu Saiful Muzal warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Tiworo Tengah. Dia ditangkap di kediamannya, Minggu (12/2) sekitar pukul 13.20 Wita.

Pada saat diamankan, Saiful bersama barang bukti berita 10 lembar C6 dengan uang Rp 500 ribu.

La Ode Rahmat menjelaskan, mereka melakukan penangkapan kepada Saiful setelah Satgas  Rahmatnya mendapat laporan dari warga bahwa ada orang yang telah mengumpulkan C6 warga dan dijanjikan akan diberikan uang.

“Para warga itu menyebut nama Saiful yang mengumpulnya. Makanya kami langsung menuju rumahnya. Dan ternyata benar, setelah diinterogasi, dia mengakui dan memperlihatkan bukti C6 dan sejumlah uang yang dia mengaku dari tim paslon nomor satu,” kata Rahmat melalui telepon selulernya dari Desa Mekar Jaya Tiworo Tengah Mubar, Minggu (12/2) sore.

Setelah mendapat pengakuan itu, Tim Rahmatnya membawa Saiful ke kantor Polsek setempat sambil menunggu anggota Panwascam datang. “Kami bawa ke Polsek, jangan sampai ada masyarakat yang mengamuk, makanya lebih baik kami amankan,” katanya.

Tak lama kemudian anggota Panwascam Aldirsas datang ke Polsek. Lalu dia bersama melakukan inteorgasi terhadap Saiful.

Dari pengakuan Saiful kepada anggota Panwascam, dia diarahkan salah seorang yang mengaku sebagai tim paslon nomor satu bernama Suleman untuk mengumpulkan C6 dan diberikan uang. “Setiap warga yang kami kumpulkan C6-nya akan diberikan uang saat pemilihan,” kata Saiful kepada anggota Panwascam.

Setelah melakukan pengambilan data, Saiful dengan pengawalan aparat kepolisian dibawa ke kantor Panwaslu Mubar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sehubungan kasus ini, Tim Rahmatnya mengimbau masyarakat Mubar agar tidak terpengaruh dengan oknum-oknum yang menjanjikan dana dengan memberikan surat panggilannya.

“Jangan berikan surat panggilannya kepada orang yang menjanjikan uang, karena itu bisa dipidana. Tentu masyarakat tidak mau dipenjara,” katanya.

Menurutnya, Satgas dan relawan TPS Rahmatnya terus melakukan pemantauan dan pengawasan menjelang pencoblosan. Dikatakan, Relawan TPS Rahmatnya telah dilakukan pembekalan selain dari saksi, agar pelaksanaan demokrasi bisa fair.

Dia menjelaskan, relawan TPS yang direkrut sebagian besar dari kalangan ibu-ibu bertugas pertama, memastikan para pendukung Rahmatnya Mubar apakah sudah mmemilih di TPS-nya masing-masing atau belum.

Kedua, memantau dan menyisir tiap TPS agar tidak terjadi kecurangan, dan ketiga, mengawal para pemilih agar tidak disabotase atau intimidasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra menghimbau kepada masyarakat agar mengawasi bersama ada info gerakan oknum-oknum tertentu yang sengaja mengumpul C6 dari warga dengan menggantinya dengan uang.

“Agar kita mengawasi semua penggunaan C6 dan meminta kepada KPPS agar menyebut nama dan nomor urut pemilih yang datang dalam DPT. Serta kita menghimbau agar masyrakat jangan menukar C6-nya dengan uang atau janji apapun,” tegasnya. (lex)

To Top