Terbanyak Hadirkan Massa Saat Kampanye, Tak Menjamin Paslon Menangi Pilkada – Berita Kota Kendari
Suksesi

Terbanyak Hadirkan Massa Saat Kampanye, Tak Menjamin Paslon Menangi Pilkada

Najib Husein (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK- Pelaksanaan kampanye akbar masing-masing pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari telah dilakukan di tiga hari berbeda dengan jumlah massa yang berbeda pula.  Namun, banyaknya massa saat kampanye tersebut  bukan menjadi sebuah indikator atau tolak ukur basis suara yang dimiliki masing-masing kandidat yang akan bertarung.

Hal ini diungkapkan pengamat komunikasi politik Sulawesi Tenggra (Sultra), Najib Husein. Dikatakannya, banyaknya massa yang hadir dalam pelaksanaan kampanye akbar paslon pilkada karena sesuatu dan bukan karena niatan sendiri dari masyarakat.

“Bisa saja orang-orang yang datang dalam pelaksanaan kampanye akbar itu karena hal-hal tertentu, seperti ada beberapa orang yang dibayar, kemudian datang karena mau melihat artisnya dan ada juga yang datang karena diajak oleh temannya. Itu sebenarnya yang menjadi penyebab sehingga kita tidak bisa menjadikan sebagai tolak ukur bahwa ramai tidaknya dalam pelaksanaan kampanye akan menjadi sebuah gambaran bagaimana kekuatan paslon nantinya,” kata Najib saat ditemui di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (11/2) malam.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman yang sebelum-sebelumnya, kampanye yang dihadiri banyak massa, seringkali dalam pemungutan suara tidak memenangkan pertarugan. Sehingga, kata dia, untuk kampanye akbar sangat sulit dijadikan sebuah tolak ukur akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap salah satu paslon.

“Itu terjadi karena dalam setiap pelaksanaan kampaye yang terjadi selama ini lebih banyak kampanye dalam bentuk yang rekayasa, bukan kampanye yang sesungguhnya. Maksudnya kampanye rekayasa itu datang bukan karena niatan dari diri sendiri tetapi karena dibayar, ingin melihat artis atau karena diajak oleh temannya,” jelasnya.

Dalam kegiatan kampanye, lanjutnya, terkadang juga hanya dimanfaatkan oleh paslon dalam pelaksanaan kampanye akbar sedangkan kampanye dalam bentuk tertutup itu kadang tidak diikuti paslon karena banyak dana yang akan dikeluarkan. Sementara pengaruhnya sangat kecil untuk memenangkan pilkada.

“Yang pasti secara signifikan itu sangat tidak berpengaruh. Terutama untuk hadirnya seorang politisi senior yang datang dalam pelaksanaan kampanye akbar terutama dari Dewan Pengurus Partai (DPP) partai pengusung paslon dengan maksud untuk mempengaruhi masyarakat itu dapat dilihat dengan track record yang dimiliki oleh tokoh tersebut. Apakah bersih atau banyak membuat kesalahan-kesalahan dimasa lalu,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top