Masa Tenang, Seluruh Alat Kampanye Dibersihkan – Berita Kota Kendari
Beranda

Masa Tenang, Seluruh Alat Kampanye Dibersihkan

KENDARI, BKK – Dalam masa tenang  tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dimulai sejak,  Minggu (12/2), alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (Paslon)  kepala daerah di tujuh daerah pilkada di Sulawesi Tenggara (Sultra) harus segera ditertibkan. Sementara untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), melakukan pembersihan radius 200 meter dari lokasi yang dipersiapkan untuk menjadi tempat pemungutan suara (TPS) 15 Februai mendatang.

Hal itu ditegaskan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah. Dikatakannya, di masa tenang ini, selain penertiban dan pembersihan APK, paslon yang akan bertarung juga tidak boleh lagi melakukan kampanye.

“Khusus untuk penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS) serta KPPS terus bekerja untuk kemudian mengumumkan, mensosialisasikan dan menyampaikan termasuk pendistribusian surat pemberitahuan memilih (C6) agar masyarakat hadir dan memilih di TPS pada saat tanggal 15 Februari,” katanya usai melakukan apel siaga di halaman Kantor KPU Kota Kendari, Minggu (12/2).

Sementara warga yang belum mendapatkan surat panggilan memilih namun terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), sehari sebelum dilakukannya pemungutan suara  yakni  14 Februari dianjurkan untuk mendatangi KPPS. Syaratnya, warga yang bersangkutan harus membawa bukti berupa e-KTP atau surat keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari.

Sementara bagi yang tidak terdaftar dalam DPT, lanjutnya, namun memiliki e-KTP atau Suket dari Disdukcapil dianjurkan untuk hari pemungutan suara datang ke TPS untuk kemudian mendaftarkan dirinya yang nantinya akan dijadikan sebagai pemilih tambahan dan berhak memilih di pukul 12.00 Wita.

“Yang belum terdaftar dalam DPT tetapi memiliki e-KTP dan Suket bisa datang ke TPS pukul 07.00 Wita. Namun, hanya untuk mendaftarkan namanya terlebih dulu. Tetapi jika surat suara habis untuk memilih sebagai pemilih tambahan maka boleh memilih ke TPS terdekat atas rekomendasi dari KPPS setempat,” ujarnya.

Khusus pemilih yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit (RS), tambahnya, penyelenggara akan bekerja secara maksimal dengan mendatangi orang-orang yang sakit tersebut untuk kemudian manyalurkan hak suaranya. Begitupula dengan pemilih yang tidak bisa memilih karena sementara sakit dan dirawat dirumah juga akan didatangi petugas. (m2/nur)

To Top