Tambah 30 Persen Anggaran Sektor Pertanian – Berita Kota Kendari
Headline

Tambah 30 Persen Anggaran Sektor Pertanian

FAISAL/BKK
Tenaga Ahli Bupati Butur bidang Pertanian dan Perikanan, Mursyda Arifin (tengah) memperlihatkan salah satu produk pertanian organik Butur yang mulai dipasarkan.

KENDARI, BKK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) terus meningkatkan alokasi anggaran di sektor pertanian hingga 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebelumnya. Dimana pada 2016 lalu dianggarkan sebesar Rp 14 miliar, tahun ini jumlah anggaran sektor pertanian mencapai Rp 16 miliar lebih.

Bupati Butur, Abu Hasan mengatakan, penambahan anggaran di sektor pertanian dilakukan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, karena sektor pertanian dianggap manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka perbaikan kesejahterahan.

“Untuk sektor pertanian, saya punya komitmen kebijakan yang sangat berpihak untuk saya dorong.

Karena saya meyakini sektor inilah yang faedahnya dapat dirasakan langsung masyarakat,” kata Abu Hasan saat ditemui usai mengikuti kegiatan coffee morning di Grand Clarion Hotel Kendari, Jum’at (10/02).

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian, pihaknya telah melakukan pemetaan lahan potensial. Hal itu sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu. Selain itu, bentuk komitmen Pemkab Butur dalam peningkatan produktifitas pertanian adalah dalam bentuk kebinajakan, baik kebijakan Pemda sendiri maupun mengupayakan dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Disebutnya, item pertanian yang menjadi unggulan Butur diantaranya pangan organik. Kemudian pihaknya juga akan melakukan revitalisasi pada sektor perkebunan, sehingga produk-produk perkebunan kedepan diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku perkebunan itu sendiri.

“Selama ini manfaat dari sektor perkebunan kurang dirasakan oleh masyarakat, terutama cengkeh, kakao, dan kelapa,” tururnya.

Untuk meningkatkan pebdapatan di sektor pertanian, pihaknya mengakui punya strategi market tersendiri. Diantaranya, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan para pelaku bisnis, serta aktif melakukan promosi di berbagai tempat.

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Bupati Butur bidang Pertanian dan Perikanan, Mursyda Arifin mengatakan, saat ini Butur sendiri sudah siap mempromosikan beberapa pangan oraganik di Butur.

“Untuk tahap awal kita kembangkan beras merah dan beras hitam. Berasnya harum. Disamping aman di sisi kesehatan, juga bisa diterima masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, produk-produk pangan organik lainnya juga siap dikembangkan, seperti singkong, kacang ijo, kelapa, serta jambu mete. Agar variasi-variasi pangan lokal Butur tidak punah, maka pihaknya membidik pasar nasional maupun internasional.

“Tidak menutup kemungkinan, produk pangan lokal yang kita kembangkan ke masyarakat nantinya juga siap dilempar ke pasar domestik,” tandasnya.(p11/lex)

To Top