Nasib Palaka Ditentukan “Surat Sakti” Dokter – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Nasib Palaka Ditentukan “Surat Sakti” Dokter

ICU Predictor

RAHA, BKK- Usaha tersangka kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Muna La Palaka SE, seperinya pantang menyerah untuk bisa “bebas” dari jeruji besi Rutan Raha.

Setelah hampir 3 pekan keluar dari rutan dirawat di RSUD Raha karena sakit prostat, Kamis (9/2), kuasa hukum tersangka H Abidin Ramli SH terlihat mengajukan permohonan alih status tahanan dari rumah sakit ke rumah pribadi.

Adanya upanya pengalih status tahanan Kepala BPMD Muna ini dibenarkan oleh Kajari Muna Badrut Tamam SH MH.

Kata pak BT sapaan akrab Kajari Muna, tersangka bisa dialihkan status tahanan menjadi tahanan rumah, jika ada medical report dari dokter yang menangani tesangka.

“Tapi, jangan coba-coba jika hal ini dijadikan modus ya. Artinya, orang sehat dibuat laporan sakit.  Jika nanti kami lihat tersangka tiba-tiba keluar dari rumah, maka dokter yang bersangkutan akan kami kenakan Pasal 21. Artinya oknum dokter itu telah menghalang halangi upaya pemberantansan korupsi. Dia juga harus bertanggung jawab secara etik,”  ancam Kajari Muna, kemarin.

Sebelum itu, Kamis (9/2), kuasa hukum La Palaka, Abidin Ramli didampingi istri tersangka, Wa Ode Yuliana, terlihat masih di Kejari Muna hingga pukul 17.00 Wita.

Usut punya usut, mereka menunggu dokter yang akan membahawakan medical report ke jaksa.

Sayangnya, baik Abidin Ramli maupun istri tersangka tidak mengeluarkan peryataan apa pun terkait hal ini. (r1/iis)

To Top