Jurkamnas Parpol Koalisi Tutup Kampanye Tafdil-Johan – Berita Kota Kendari
Headline

Jurkamnas Parpol Koalisi Tutup Kampanye Tafdil-Johan

Tafdil dan Johan

Rumbia, BKK – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 2, H Tafdil – Johan Salim menutup rangkaian kampanyenya, Sabtu (11/2) hari ini di Ibukota Kabupaten Bombana di Rumbia, dengan menghadirkan Jurkamnas dari empat partai, Golkar, Nasdem, Demokrat dan PAN serta artis Ridho Rhoma.

Ketua Tim Kampanye Paslon berakronim Bertahan, H Abustam, Jumat (10/2) mengatakan, jurkamnas yang akan hadir dari Golkar adalah Dr Ulah Nuchrawaty, dari DPP Nasdem HM Malkan Amin selaku Korwil Indonesia Timur, dari Ketua DPP Demokrat, Umar Arsal yang juga anggota DPR RI dan dua orang pengurus DPP PAN.

“Selain Jurkamnas, ada jurkam dari pengurus Parpol pengusung tingkat provinsi dan kabupaten,” kata Abustam yang juga anggota DPRD Provinsi ini.

Sedangkan, massa yang akan hadir ditargetkan sekitar 20.000 orang dari ibukota kabupaten dan sekitarnya dengan 1.000 unit mobil dan 2.500 sepeda motor.

Selain Ridho Romha, even ini akan dimeriahkan oleh artis lainnya sepeti Dahlia, Sari KDI, Rury KDI, Tiwi KDI, Elin dengan host D’Juku.

Serangkaian kampanye yang dilaksanakan H Tafdil dan Johan Salim sekitar tiga bulan pada seluruh 142 desa dan kelurahan di 22 kecamatan dengan berbagai bentuk kampanye baik tatap muka langsung dengan masyarakat, penyebaran bahan dan alat peraga maupun kampanye melalui media, tidak lagi menonjolkan figur calon karena sudah dikenal  baik oleh masyarakat.

Kampanye bersifat menajamkan program kerja Bertahan lima tahun yang akan datang. Utamanya delapan program unggulan. Tujuannya mengangkat indeks pembangunan manusia di Bombana, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, menaikan pertumbuhan ekonomi dan PDRB demi mencapai Bombana yang lebih sejahtera.

Bertahan juga menargetkan dalam masa kepemimpinannya lima tahun mendatang, jika terpilih, akan memekarkan Kepulauan Kabaena dan  Poleang sebagai daerah otonomi baru, yang sekarang sedang dalam perjuangan.

“Program kerja kita itu seperti Gembira Cerdas yakni memberikan beasisiwa, Gembira Terang bantuan untuk penerangan listrik bagi keluraga tidak mampu. Kemudian Gembira Kerja untuk mensejahterakan pekerja dan mengurangi angka pengangguran,” katanya.

Program kerja lainnya adalah Gembira Taskin atau pengentasan kemiskinan. Program ini antara lain bedah rumah, pembebasan biaya beras miskin (raskin), tunjangan jaminan hidup keluarga fakir dan kegiatan lainnya yang kesemuannya dialokasikan  sebesar lima persen dari APBD.

“Jadi kalau ABPD kita sekarang itu Rp800 miliar, berarti program Gembira Taskin ini dialokasikan minimal Rp40 miliar. Program ini tidak termasuk dengan program nasional seperti PKH atau program kerja desa yang masuk dalam anggaran dana desa atau Gembira Desa,” katanya.

Program unggulan lainnya adalah Gembira Desa/Kelurahan serta Gembira Kecamatan. Gembira Desa/Kelurahan adalah memberikan dana kepada setiap desa masing-masing Rp500 juta untuk sejumlah kegiatan pembangunan di Desa serta Gembira Kecamatan Rp1,5 miliar.

“Dari dana inilah seluruh Imam Masjid di berikan tunjangan. Ini sudah berjalan lima tahun yang lalu. Sekarang ini Rp1 juta. Rencana akan dinaikan lagi. Tunjangan imam desa ini, sepertinya yang terbesar di Sultra. Selain imam desa, juga diberikan tunjangan kepada guru mengaji, guru PAUD, bidan terlatih dan perangkat desa,” katanya.

Optimis di atas 60 persen.

Sementara itu, Calon Bupati Bombana, H Tafdil yang ditemui terpisah sangat optimis, pihaknya akan memenankan Pilkada Bombana di atas 60 persen. “Insya Allah  kami akan menang minimal 60 persen,” katanya.

Keyakinan ini, selain merupakan hasil survei dari sejumlah lembaga survei, baik pendamping, lembaga independen dan survei internal juga terlihat dengan besarnya antisiasme masyarakat yang masih menghendaki kepemimpinan dilanjutkan lima tahun yang akan datang.

“Apa yang kami lakukan lima tahun yang lalu, masyarakat dapat melihat. Pembangunan infrastruktur jelas terlihat. Sangat besar perubahannya. Hanya orang yang baru datang ke Bombana yang tidak tahu bagaimana perubahannnya. Dan ini bukan hanya di ibukota tetapi di seluruh wilayah,” katanya.

Jalan dan jembatan, sebagai infratruktur utama, tidak ada lagi yang putus. Bahkan jalan ke sentra-sentra pertanian pun dibangun. Sarana dan prasara mendasar masyarakat, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas, ditingkatkan sarana dan pelayanannya.

Reformasi birokrasi, kami sudah jalankan sebelum turunnya perintah istruksi pemerintah pusat, seperti lelang jabatan. Bahkan Kabupaten Bombana, berhasil meraih predikat WTP, predikat tertinggi atau sangat baik pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan. “Tidak banyak daerah yang dapat WTP ini,” katanya.

Hanya saja Tafdil menyayangkan kondisi demokrasi di wilayahnya dalam Pilkada tahun 2017 ini. Pilkada ini terbilang unik karena diwarnai dengan indikasi keberpihakan oknum-oknum dari sejumlah institusi. Interfensi, turun sampai ke akar bawah di masyarakat. Masyarakat, tidak sedikit yang merasa tertekan untuk menentukan pilihannya.

“Indikasi ini sangat kelihatan dan tidak perlu saya sebutkan. Kan sudah ramai pemberitaannya di media. Penasehat hukum kami sudah melaporkan masalah ini kepada pihak-pihak yang berkompeten. Jadi ini bukan mengada-ada. Fakta-faktanya nyata,” katanya.

Tafdil meyakini, masyarakat Bombana adalah pemilih yang cerdas dan tidak mau ditekan. Masyarakat semakin ditekan, semakin memperlihatkan eksistensinya. “Mereka semakin melawan. Ini bukan zaman penjajahan dan pengekakangan. Kita sudah merdeka dari berbagai bentuk intimidasi. Dan tidak ada yang tahu kita memilih siapa pada hari H tanggal 15 Februari 2017. Jadi silahkan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya,” katanya. (lex)

To Top