Keluarga Nelayan di Abeli Terima Santunan Kematian Rp 160 Juta – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Keluarga Nelayan di Abeli Terima Santunan Kematian Rp 160 Juta

FAISAL/BERITA KOTA KENDARI
ASURANSI. Penyerahan klaim secara simbolik oleh PT Jasindo kepada ahli waris Nasrul, nelayan yang tewas dalam kecelakaan lalu-lintas, di kediaman almarhum Nasrul, di Kampung Nelayan, Kamis (9/2). Pemerintah kini memberikan santunan kematian kepada nelayan yang telah terdaftar sebagai peserta Kartu Nelayan.

KENDARI, BKK- PT Jasindo Cabang Kendari menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp 160 juta kepada ahli waris Nasrul, salah satu nelayan di Kampung Nelayan, Abeli, Kendari, Kamis (9/2).

Nasrul merupakan nelayan yang masuk dalam kepesertaan asuransi nelayan dari Kementerian Kemaritiman, yang meninggal karena kecelakaan lalu-lintas, beberapa waktu lalu.

Uang santunan sebesar Rp 160 juta itu diterima oleh Linda, isteri Nasrul. Kepala Jasindo Cabang Kendari, Yogi Nursetio mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan realisasi dari program Departemen Kelautan, Kementerian Kemaritiman di mana setiap nelayan akan mendapatkan perlindungan profesi nelayan. Asuransi ini sendiri tanpa premi.

“Perlindungan ini hanya diperuntukkan kepada nelayan yang beraktifitas dengan kapal maksimum 10 GT. Tambahannya, dia harus punya kartu nelayan,” jelas Yogi usai penyerahan simbolik kepada ahli waris Nasrul.

Dia melanjutkan, klaim asuransi kematian terdiri dari dua jenis. Jika kematian nelayan akibat kecelakaan di laut, klaim yang diterima sebesar Rp 200 juta. Jika kematian terjadi di darat, klaim yang diterima sebesar Rp 160 juta.

“Jadi para nelayan yang menerima klaim harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Yang jelas nelayan tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya jika mengalami kecelakaan. Sudah dijamin oleh negara,” tuturnya.

Yogi mengakui, peserta Jasindo hanyalah nelayan. Total nelayan yang tercover Jasindo di Kota Kendari sebanyak 2.300 nelayan. Sementara untuk Sulawesi Tenggara, berjumlah 16.000 orang. Pihaknya sendiri ditarget sebanyak 39.000 nelayan, dari Kementerian Kemaritiman.

“Kita juga masih menunggu dari dinas terkait. Kalau administrasinya cepat, kita juga bisa cepat mencover seluruh nelayan. Sebab nelayan harus memiliki kartu nelayan dan itu buatnya di Dinas Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2016 sampai saat ini, total klaim yang telah dikeluarkan pihaknya mencapai Rp 480 juta. Itu sudah termasuk kecelakaan di darat dan laut yang menyebabkan kematian. Selain itu, masih ada 8 dokumen yang masih diproses untuk pencairan.

“Kami hanya membayarkan klaim jika ahli waris melaporkan paling lama lima hari paska kematian. Jika lewat dari itu, kita tidak bayarkan. Sebab prosesnya itu cepat, 3 hari sudah cair,” tandasnya. (p11/aha)

To Top