Pemkab Konsel MoU dengan USAID dalam Program APIK Kembangkan Bio Reeftech Sebagai Benteng abrasi – Berita Kota Kendari
Headline

Pemkab Konsel MoU dengan USAID dalam Program APIK Kembangkan Bio Reeftech Sebagai Benteng abrasi

MARWAN/BKK
Wakil Bupati Arsalim dan Direktur USAID -APIK saat melakukan penandatanganan MoU

Andoolo, BKK – Kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) dengan Unitet States Agency International Development (USAID) Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) RI dituangkan melalui penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman serta serah terima Bio reeftech USAID-APIK.

Kegiatan  tersebut digelar di Kantor Kelurahan Lalowaru, Kec Moramo Utara (Morut), Rabu (08/2), dihadiri wakil bupati Konsel DR H Arsalim Arifin SE MSi.

Pemda Konsel sangat mendukung serta mensyukuri adanya program ini, dimana dari 17 Kab/Kota yang ada di Sultra hanya 2 Daerah yang mendapat kesempatan dari APIK, salah satunya adalah Kabupaten Konsel.

“Program ini perlu kita berikan apresiasi,” ujar Wakil Bupati Konsel, DR. Arsalim saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU tersebut.

Arsalim menerangkan program ini sangat bersinergi dan singkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab Konsel periode 2016-2021.

“Kedepan kita harapkan pencegahan resiko  bencana bisa kita turunkan di angka 60 persen pada tahun 2021,” ungkap Arsalim

Terkait dengan pencegahan perubahan iklim, kata arsalim, sedikitnya ada empat SKPD yang selalu melakukan koordinasi setiap saat diantaranya Bappeda yang bekerja sebagai penyusun program APIK secara simultan, Kantor BPBD selain ada kegiatan investigasi bencana, ada juga program Rehabilitasi and Rainshac (RR), Dinas Kelautan dan Perikanan juga sangat bersinergi, serta Kantor Ketahanan Pangan Perkebunan dan Hortikultura hadir dalam rangka untuk mengolah iklim.

Menurut Arsalim, masuknya program APIK di Konsel itu sangat bersinergi dengan program daerah olehnya itu pemda sangat mendukung program yang sangat luar biasa itu

“Mudah-mudahan kedepannya bukan hanya Kel. Lalowaru saja yang mendapat program ini, namun bisa merambah ke beberapa wilayah di Konsel, karena wilayah Konsel sangat luas dengan longline coastal panjang wilayah pesisir kurang lebih 300 KM, Kalau ini bisa kita manfaatkan dengan baik, maka bisa kita kurangi resiko bencana atau perubahan iklim secara drastis, ” jelas Arsalim yang juga perna menjadi Kepala Bappeda Konsel itu.

Arsalim juga menjelaskan Konsel adalah wilayah yang sangat rawan bencana karena berada dihilir dari sungai-sungai besar, seperti Sungai Roraya dan Sungai Laeya sehingga bencana banjir sangat mudah menerjangnya. Olehnya itu, kata arsalim, dengan adanya program APIK itu bisa diantisipasi.

“Minimal dampaknya sudah bisa kita antisipasi, karena kalau bencananya tidak bisa kita antisipasi karena hanya milik Allah,” ujarnya

Direktur USAID-APIK, Paul Jeffery, mengatakan menjalin kemitraan dengan masyarakat adalah hal yang paling penting agar masyarakat baik itu petani dan nelayan bisa mengakses informasi Bio reeftech secara utuh.

“Kami sangat senang dengan kemitraan yang telah di bangun disini, baik itu kemitraan kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Kemitraan kepada masyarakat itu sendiri, ” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan kepada masyarakat ini sangat penting, agar nantinya mereka bisa tangguh menghadapi kejadian cuaca ekstrim. dia juga menjelaskan ada beberapa hal yang difokus yang pertama, fokus pada kapasitas pengetahuan agar lebih memahami resiko-resiko, yang berikutnya, desain kerjasama untuk projec-projec seperti apa serta resiko mengatasi naiknya air laut.

Project Leader Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Haluoleo (UHO), Laode Abd Rajab Nadia, mengatakan, program Bio Reeftech ini adalah mitra pertama APIK dalam menjalin kerja sama di Sultra, kenaikan suhu air laut adalah masalah serius, olehnya itu pihaknya mengangkat program ini.

“Manfaat Bio reeftech ini adalah Benteng abrasi laut, dengan cara memperbaiki terumbu karang yang rusak, selain itu berfungsi juga menjadi Bank ikan serta jalur wilayah ikan,” terangnya

Dia juga menerangkan Untuk mensukseskan program ini, sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat. olehnya itu pihaknya melakukan pendekatan baik itu pendekatan kepada Tokoh Masyarakat, Pemuda, Perempuan serta Tokoh Agama.

“Allhamdulillah pembibitan Bio reeftech di Kelurahan Lalowaru ini sukses, dan telah menghasilkan 1309 bibit, ” ungkapnya

Lurah Lalowaru, Sucipto S Sos, mengaku, sebagai daerah penerima program APIK ini, telah membentuk Kelompok Kerja Masyarakat (Pokjamas) serta telah melakukan kegiatan penanaman Bio reeftech atau biasa disebut pengembang biakan terumbu karang dan Sejauh ini masyarakat sangat menerima baik program itu.

Dalam menjalankan program ini, kata dia, pemberdayaan masyarakat sangat dibutuhkan, agar nantinya dalam mengatasi perubahan iklim yang ekstrim dapat terlaksana dengan baik seperti yang kita harapkan bersama.(cr13/LEX)

To Top