Kepala Sekolah Masuk Sel, Dua Muridnya Masuk RS – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kepala Sekolah Masuk Sel, Dua Muridnya Masuk RS

Muh Rizki (baju biru) dan Muh Aldin (diinfus), korban penganiayaan Kepsek. (Foto: Fitri/BKK)

RAHA,BKK- Nasib dua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat (Mubar, Muh Aldin (12) dan Muh Rizki (11), yang dianiaya oleh kepala sekolahnya berinisial  Drs S, Senin (6/2), kini kian memprihatinkan.

Rabu (8/2), keduanya masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Raha.

Muh Aldin mengatakan, kepalanya oleng dan muntah muntah, hingga harus diinfus. Sedangkan Muh Rizki mengatakan dadanya sakit dan sesak.

“Kepalanya anakku bengkak karena dipukul oleh kepala sekolahnya. Paha dan betisnya masih biru karena ditendang pakai sepatu. Bibir anak saya juga berdarah waktu ditampar berulang kali,” kata ibu Muh Aldin, Wa Ode Amuni (74) pada wartawan koran ini, kemarin.

La Ode Arwan, orangtua Muh Rizki mengatakan, kasus ini harus diproses secara hukum.

“Seenaknya memukili hanya karena dianggap beda pilihan. Kalau bukan anak pertama saya yang larang, mungkin saya sudah ketemu itu kaseknya,” geram La Ode Arwan, saat melaporkan kasus ini di Kepolisian Resor (Polres) Muna, dua hari lalu.

Peristiwa penganiyaan dipicu persoalan sepele.

Menurut Muh Rizki, dirinya dan Muh Aldin waktu itu sedang bermain-main membuat tanya jawab di kertas.

Soal yang dibuat kedua murid kelas 1 ini bertuliskan  apa yang dimaksud dengan Insani dan Rajiun-Ahmad Lamani?

Kemudian soal itu dijawab oleh mereka  sambil bermain-main, yaitu bertuliskan Insani baik, Rajiun bohong.

Entah bagaimana, tiba tiba lembaran kertas dua anak ini sampai di tangan Kepala Sekolah.

Begitu selesai upacara penaikan bendera, Kasek memerintahkan kedua murid segera menghadap ke ruangannya.

Di ruang itulah keduanya mendapat perlakuan fisik. Tidak terima kejadian ini, kedua orang tua murid bersama beberapa kerabat dekat langsung melaporkan kasus ini ke Polres Muna.

Di tempat terpisah, Kapolres Muna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith S Hananta SIK dikonfirmasi soal ini menerangkan, pihaknya sedang memproses kasus ini.

“Kami proses kasus ini sesuai prosedur hukum.  Terlapor yaitu Kasek S  sudah kami amankan. Saksi saksi termasuk pelapor  juga terlapor, semunya kami periksa,” terangnya, Selasa (7/2) lalu. (r1/iis)

To Top