Suksesi

Elit Diminta Jangan Mainkan Isu SARA

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI
SEMANGAT DEMOKRAT. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bernyanyi bersama Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono serta 5.000 kader Partai Demokrat se Indonesia, usai menyampaikan pidato politik dalam Dies Natalis ke-15, Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center, Selasa (7/2) malam.

KENDARI, BKK- Menjelang pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara, para elit politik diminta untuk bersaing dengan sehat dan selalu mengutamakan keutuhan bermasyarakat. Jangan sampai ada yang menggunakan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan untuk mencapai kepentingannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, Muhammad Endang SE yang dihubungi usai menghadiri acara pidato Dies Natalis 15 Tahun Partai Demokrat, yang dibawakan Susilo Bambang Yudhoyono di Plennary Hall, Jakarta Convention Center, Selasa (7/2) malam. Pada dies natalis itu, SBY memang mengangkat isu kebhinekaan selain keadilan serta kebebasan.

Endang melanjutkan, seluruh pihak harus mampu menyukseskan Pilkada yang digelar di tujuh kabupaten/kota. Terutama Pilkada Kendari yang akan sangat menentukan wajah perpolitikan di Sultra di mata masyarakat Indonesia.

Dia mengingatkan bahwa masyarakat Kendari adalah masyarakat yang heterogen. Ada 26 etnis yang menghuni kota. “Jangan ada yang mengarah-arahkan pilih kandidat suku tertentu. Biarkan masyarakat memilih sesuai keinginannya. Siapa pun bisa menjadi wali kota, apa pun etnisnya,” katanya.

Meski demikian, Endang melihat kebhinekaan di Kendari sejauh ini masih terjaga dengan baik. Namun kita harus tetap awas dan jangan membiarkan bibit konflik SARA muncul sehingga mengganggu kemajemukan dan stabilitas dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, toleransi dan tenggang rasa harus terus diutamakan oleh pihak mana pun.

Selain itu, Endang juga mengingatkan kader Demokrat agar tetap loyal pada keputusan partai. Kandidat kepala daerah yang sudah didukung oleh Demokrat, wajib dimenangkan oleh seluruh kader.

“Terutama ketua dan anggota DPRD (dari Partai Demokrat). Harus tetap loyal dan jangan memang bergeser dan keputusan partai. Sanksinya akan sangat berat,” ujarnya.

Partai Demokrat sendiri menjadi partai pendukung pada seluruh tujuh Pilkada di Sultra, yakni Kendari, Bombana, Kolaka Utara, Buton, Buton Tengah, Muna Barat dan Buton Selatan.

Sementara SBY dalam pidato politiknya memaparkan pandangannya terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa belakangan ini. Berpidato selama satu jam di hadapan lebih 5.000 kader Partai Demokrat se Indonesia, Presiden Keenam Indonesia ini lebih banyak mengeritik pemerintahan Joko Widodo dalam menangani persoalan politik, ekonomi, sosial dan pemerintahan. (aha)

To Top