PIP Jadi Fokus Utama Dikmudora – Berita Kota Kendari
Beranda

PIP Jadi Fokus Utama Dikmudora

KENDARI, BKK – Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari Makmur mengatakan, Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi fokus utama untuk disukseskan tahun ini.

Itu terungkap saat Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program 2017 di Aula Bertakwa, Selasa (7/2).
Rakor ini, kata Makmur, menyinkronisasi program kerja antara Kementerian dengan Dikmudora Kota Kendari dan sekolah.

“Saya sudah mengikuti Rembuk Nasional (Rembuknas) 2017 berkait pendidikan dan kebudayaan yang dilangsungkan di Jakarta beberapa waktu lalu. Makanya (saya) mengaplikasikan di daerah. Saya ingin menginformasikan ke sekolah-sekolah khususnya pada jenjang TK (taman kanak-kanak), SD (sekolah dasar), dan SMP (sekolah menegah pertama), untuk segera mendapatkan informasi berkait dengan program-program kementerian,” paparnya.

Ia menambahkan, agar nanti ketika sekolah menyusun program kerjanya, tetap sinkron antara Kementerian dengan sekolah juga Dikmudora Kota Kendari.

Selain itu, sambung dia, ke depannya bisa dilakukan evaluasi berkait dengan capaian kinerja dari para kepala sekolah (kepsek).

“Yang menjadi fokus utama kita saat ini adalah Program Indonesia Pintar (PIP), peningkatan mutu relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola pendidikan kepemudaan dan olahraga,” ungkapnya.

“Dari ketiga program tersebut nantinya kita akan jabarkan menjadi program-program yang aplikatif yang bisa kami lakukan, dan juga sekolah-sekolah,” paparnya.

Makmur berharap, kepsek dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan baik dan memahami dengan baik, sehingga nanti bisa melakukan aplikasi di sekolahnya dengan segera, dalam bentuk rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) yang aplikatif, yang dipahami oleh seluruh warga sekolah baik peserta didik, guru, kepsek itu sendiri, maupun masyarakat di sekeliling sekolah itu dan juga stakeholder atau komite sekolah.

“Sehingga nanti penggunaan anggaran di sekolah bisa berjalan dengan bagus, sehingga nanti kita bisa menghindari pungutan liar (pungli) yang tidak seharusnya dilakukan di sekolah,” tambahnya. (cr6/iis)

To Top