PDRB Sultra Meningkat di Triwulan IV 2016 – Berita Kota Kendari
Beranda

PDRB Sultra Meningkat di Triwulan IV 2016

KENDARI, BKK- Berdasarkan berita resmi statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ekonomi Sultra tumbuh sebesar 7,65 persen di triwulan IV 2016, meningkkat 1,69 persen dibanding triwulan III yang tumbuh 5,96 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan tiga 2016 mengalami percepatan dibanding triwulan IV 2015 (yoy) yang tumbuh sebesar 7,50 persen,” kata Atqo Mardiyanto, Kepala BPS Sultra dalam keterangan saat ditemui Kantor BPS Sultra, Senin (06/02).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada 2016 terjadi di semua lapangan usaha.

Disebutnya, beberapa lapangan uasaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi di antaranya jasa keuangan 15,11 persen, transportasi dan pergudangan 11,61 persen, dan perdagangan 10,03 persen.

Sementara itu, distribusi terbesar padapendapatan perkapita (PDRB) 2016 di antaranya pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,30 persen, pertambangan dan galian 19,35 persen.

Sedangkan, administrasi pemerintahan dan pengadaan listrik dan gas mengalami pertumbuhan negatif, yaitu -6,51 persen.

“Sumber pertumbuhan PDRB tertinggi Sultra 2016 adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,80 persen, atau seniali Rp 23.654,51 atas dasar harga berlaku,” tuturnya.

Sedangkan PDRB menurut pengeluaran 2016, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi terjadi pada PMTB yaitu 7,62 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 6,13 persen, dengan distribusi masing- masing adalah 38,66 persen dan 49,58 persen.

“Sedangkan impor dan ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan negatif, yaitu -10,24 persen,” jelas Atqo.

Disebutkan, PDRB per kapita Sultra pada 2016 trennya mengalami kenaikan, baik berdasarkan harga berlaku ataupun berdasarkan harga konstan.

PDRB per kapita Sultra 2016 atas dasar harga berlaku yaitu Rp 38.017,51, meningkat dibanding 2015 yang senilai Rp 35.112,85.

“Begitu pula atas dasar harga konstan, PDRB per kapita 2016 tercatat Rp 30.474,05, meningkat jika dibanding 2015 yang tercatat Rp 29.201,90,” tuturnya. (p11/iis)

To Top