Membenahi Pemerintahan jadi Program 100 Hari Paslon Pilkada Kolut – Berita Kota Kendari
Suksesi

Membenahi Pemerintahan jadi Program 100 Hari Paslon Pilkada Kolut

Ketiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Kolut usai mengelar debat yang berjalan damai

LASUSUA, BKK – Debat terbuka pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kolaka Utara (Kolut) usai digelar, Selasa (7/2). Visi misi dan program dipaparkan tiga pasangan calon (Paslon), seriring dengan pertanyaaan panelis dan moderator maupun antar paslon dalam debat tersebut.

Debat yang dipandu moderator Sainal Arifin Muchtar dilakukan dengan enam segmen diataranya segmen visi-misi, segmen 100 hari kerja, segmen program lima tahun dan segmen tanya jawab paslon.

Khusus untuk program 100 hari, masing-masing paslon mempunyai rencana untuk melakukan pembenahan lebih awal di tingkat pemerintahan. Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat Kolut dapat lebih baik lagi.

Mulai dari pasangan nomor urut 1, H Nur Rahman Umar dan H Abbas (Annur),  memiliki visi Kolut sebagai kabupaten yang madani di Sultra dengan tri pilar yakni penyelenggaraan yang berbasis kompetensi, disisplin dan bebas korupsi. Akselerasi pembagunan yang berorientasi pada revitalisasi sektor pertanian, peningkatan kualitas pelayanan serta pengembangan usaha berbasis ekonomi rakyat dan pengembangan kelembagaan masyarakat yang berbudaya, berkarya serta berahlak mulia.

“Program 100 kerja kami yakni penyelenggaran pemerintah yang efisien, efektif dan bersih dari korupsi, melakukan peningkatan kapasitas ASN melaui beasiswa, kemudian membuat data base untuk merelisasikan semua program yang tertuang dalam visi dan misi kami,” kata Nur Rahman.

Pasangan nomor urut 2, Bobby Alimuddin Page-Maksum Ramli (MR-BAP) memaparkan visinya  bersama kita membangun pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabilitas, transparan dan penguatan ekonomi daerah untuk kesejateraan masyarakat Kolut.

“MR-BAP kalau dirahmati Allah menjadi bupati, maka program 100 hari kerja akan dilakukan pembersihan pemerintahan dengan melibatkan BPKP untuk melakukan pemeriksaan keuagan daerah atas penyelenggaran pemerintah yang lalu,” tegas Bobby Alimuddin Page.

Tidak jauh berbeda dengan pasangan nomor urut 1 dan 2, paslon nomor urut 3, Anton SE-M Haedirman Sarira (Aman) juga menyampaikan visi membangun kesejateraan masyarakat Kolut menuju perubahan yang lebih baik. Dengan meningkatkan sumber daya manusia, penguatan ekonomi, kemudian tata kelolah pemerintah yang baik, percepatan pembagunan infastruktur pedesaan, serta penyelesaian program bupati sebelumnya.

“100 hari masa kerja kami akan langsung menghentikan pemotongan 2,5 persen gaji PNS, Kami akan langsung menghentikan pungutan di jalan tol bay pass karena dibangun memakai anggaran APBN yang merupakan uang rakyat serta akan langsung melakukan pembagunan jalan beton di pegunungan dan akan menempatakan PNS sesuai dengan keilmuanya, tidak ada lagi PNS yang cari-cari muka,” ungkap Anton.

Debat terbuka yang digelar di Gedung Juang Patampanua itu, menhadirkan empat panelis yakni, Dr Eka Suaib yang merupakan dosen Fisip Unhalu Oleo (UHO), Prof Samdin dosen UHO dan pakar ekonomi, Prof Dr Ir Usman Rianse mantan Rektor UHO, serta Ketua Walhi Sultra, Kisran Makati SSos.

Ribuan simpatisan, tim dan relawan dari tiga paslon yang akan bertarung, ikut mengantarkan jagoannya mengikuti debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolut itu.

Pasangan nomor urut 1 yang diusung Partai Demokrat, PKB, PKS, Gerindra, Nasdem, PPP, dan Hanura datang ke lokasi debat dengan berjalan kaki bersama ribuan pendukungnya. Demikian halnya pasangan nomor urut 2 yang diusung PDIP juga berjalan kaki bersama ribuan pendukungnya.Sedangkan pasangan nomor urut 3, menghadiri debat dengan mengendarai motor yang juga diantar ribuan masa pendukunganya.

Ketua KPU Kolut, Asriadi Budiwan mengatakan, dengan selesainya pelaksanaan debat yang berlangsung sukses itu, ia berharap para pslon dapat terus memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

”Sukses pilkada ini merupakan sukses kita semua. Sehingga, paslon harus mampu memberikan pemahaman serta pendidikan politik bahwa pilkada ini merupakan pesta demokrasi yang semua masyarakat harus ikut dalam eforia kebahagian,” tutur Asriadi.  (CR11/nur)

To Top