BI Gelar Sosialisasi Uang Baru kepada Guru – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BI Gelar Sosialisasi Uang Baru kepada Guru

Bank Indonesia (BI) sosialisasikan uang rupiah tahun emisi 2016 kepada guru-guru SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA se-Kota Kendari di Aula BI, jalan Sultan Hasanuddin Kendari, Selasa (07/02).
(Faisal/BKK)

KENDARI – Ketersediaan uang rupiah baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga hari ini, belum sampai tersalurkan kesejumlah masyarakat Kota Kendari. Olehnya itu, KPwBI Sultra selalu melakukan sosialisasi. Kali ini, KPwBI Sultra melakukan sosialisasi kepada guru-guru tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kota Kendari.

Kepala Devisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Harisuddin menggungkapkan, sosialisasi uang baru kepada guru-guru ini, karena guru-guru dapat memberikan edukasi kepada siswanya tentang ciri-ciri dan bentuk uang baru emisi tahun 2016.

” Kami pilih guru-guru ekonomi, karena mereka sangat berkaitan erat dengan pengembangan mata uang baru yang harus dioptimalkan kepada seluruh kalangan masyarakat, terutama siswa-siswinya yang mengambil mata pelajaran ekonomi perbankan,” kata Harisuddin saat ditemui usai kegiatan sosialisasi uang baru di Aula KPw BI Sultra, Selasa (07/02).

Dikatakannya, peredaraan uang baru tahun emisi 2016 masih terbatas, sehingga pihaknya lebih rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, supaya peredaran mata uang baru dapat tersalurkan kesemua kalangan masyarakat.

“Guru itu banyak massanya, seperti murid-muridnya. Mereka dapat menyalurkan ilmunya yang didapatkan melalui sosialisasi kepada siswanya, sehingga siswanya diharapkan juga dapat menginformasikan kepada sanak keluarganya tentang bentuk dan ciri-ciri uang baru tersebut,” ucapnya.

Dijelaskannya, ciri-ciri uang baru emisi tahun 2016, salah satunya yakni gambar depannya merupakan gambar pahlawan sedangkan gambar belakangnya adalah gambar kebudayaan nusantara yang ada di Indonesia.

“Untuk memperkenalkan para pejuang yang memerdekakan bangsa ini, kami cantumkan beberapa gambar pahlawan perwakilan dari sabang sampai merauke, sebagai bentuk sosialisasi juga kemasyarakat melalui gambar uang baru tahun emisi 2016,” tuturnya.

Dirinya mengakui bahwa memang peredaraan uang baru di Sultra belum sampai kepelosok, sehingga pihaknya akan terus melakukan sosialisasi disetiap kegiatan-kegiatan besar yang akan dilaksanakan KPw BI Sultra nantinya.

“Kami selalu menyadari bahwa peredaraan uang baru masih terbatas, sampai hari ini, peredaraan dan sosialisasi yang kami lakukan kebanyakan di Kota Kendari dan diberbagai kas titipan BI yang ada di Sultra yakni Baubau dan Kolaka,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang Guru SMA Negeri 4 Kendari yang menjadi peserta sosialisasi, Samila sangat mengapresiasi pihak BI. Dia menjelaskan, setelah mendapatkan semua informasi yang diberikan oleh BI mengenai pengeluaran dan peredaran uang rupiah baru, dirinya mendapatkan infromasi yang benar dan akan menyampaikan informasi ini kepada seluruh siswa.

“Kami para guru ini sebagai penyambung lidah dari BI, akan memberikan informasi ini kepada seluruh siswa-siswi disekolah agar mengetahui informasi tentang uang baru,” ujarnya.

Ia menyarankan, sebaiknya sosialisasi ini juga diperluas jangkauannya kepada seluruh masyarakat.

Kalau hanya kepada guru saja, capaian informasi ini akan sangat terbatas karena bukan hanya di kalangan pendidikan yang menggunakan uang ini sebagai transaksi, namun seluruh masyarakat yang berdomisili di Indonesia terkhusus Sultra.

Ia mengskui, baru pertama kali melihat langsung Uang Rupiah baru, sebelumnya hanya melihatnya di media sosial. Terkait desain uang baru, Samlia mengaku uang tersebut memiliki keunikan tersendiri dengan menampilkan pahlawan dan Keanakeragaman budaya dan keindahan alam Indonesia.

“Kita harus bangga memiliki uang Rupiah baru ini, apalagi Wakatobi menjadi bagian dari uang tersebut. Pokoknya uang rupiah bagus, apalagi kalau bertengger didalam dompet,” ungkapnya.

Serupa dengan Samlia, Guru SMK Negeri 6 Kendari Arnawati menuturkan, sebaiknya sosialisasi ini langsung melibatkan siswa, bukan hanya guru agar para siswa bisa mendengar langsung penjelasan tentang Uang Rupiah Emisi 2016 ini. Dia mengharapkan melalui sosialisasi ini dapat mengurangi peredaran uang palsu di lingkungan masyarakat.

“Saya akan mengajak siswa-siswi untuk ikut sosialisasi lagi dengan pihak BI, tapi tentunya saya dengan keterbatasan informasi setelah mengikuti ini akan melanjutkan kepada siswa di kelas,” tuturnya.(p11/lex)

To Top