Pendidikan

Mahasiswa Teknik USN Kolaka Adakan Kegiatan Ilegal

KOLAKA,BKK- Cara mahasiswa teknik Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek)  Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang melakukan bina generasi teknik (Biktek) terhadap mahasiswa baru (Maba), mendapat kecaman dari sang rektor, Dr Azhari. Ia bahkan memberikan peringatan keras atas kegiatan tersebut yang dianggapnya ilegal.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/2), Azhari mengungkapkan, pihak universitas sendiri telah melarang yang namanya ospek. Namun, oleh para pengurus lembaga mahasiswa membuat aturan, dengan memaksa maba untuk menggunakan pakaian hitam putih ketika masuk kampus dan rambut di model khusus. Bahkan membawa maba dari subuh hingga malam di permandian kayu angin tanpa izin pihak kampus.

“Pihak kami was-was mereka membawa anak-anak maba ke permandian kayu angin tanpa sepengetahuan kampus, apalagi cuaca tidak memungkinkan. Saat dilarang mereka melawan dan melakukan aksi, supaya dosen yang menegur bersama dekan supaya di keluarkan. Enak saja,” berang Azhari.

Ia menegaskan, pihaknya belum mengambil sikap memberikan sanksi kepada mahasiswa teknik yang melakukan kegiatan ilegal itu. Namun jika mereka tetap melakukan pembangkangan, maka ia akan mengambil sikap dengan memberikan skorsing, hingga Drop Out (DO).

“Jika suatu saat kami mengambil sikap, maka kami sampaikan pada orang tua mahasiswa kalau itu untuk kebaikan anak-anaknya. Jika ada orang tua yang komplain, mari ke kampus kita diskusi,” tegas Azhari.

Di tempat sama, Dekan Fakultas Sainstek USN Kolaka, Fachriano mengungkapkan, pada tanggal 2 dan 3 Februari lalu, pengurus lembaga diberi izin melaksanakan Biktek. Namun,  4 Februari dengan alasan rekreasi mereka membawa maba ke permandian kayu angin sejak subuh.

Ia pun berinisiatif mendatangi lokasi permadian tersebut,dengan memberikan pemahaman bahwa apa yang dilakukan mahasiswa tersebut ilegal. Hanya saja, arahannya itu tidak diterima dan mahasiswa penyelenggara kegiatan terkesan melawannya.

“Mereka kemudian demo, dengan alasan kami tidak hargai lembaga. Kami melarang bukan tidak menghargai lembaga mahasiswa, tapi memberikan pengertian karena yang mereka lakukan sudah tidak sesuai aturan,” terangnya. (r3/nur)

To Top