Jabatan Diambil Alih, Mantan Direktur Akper Muna Melawan – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Jabatan Diambil Alih, Mantan Direktur Akper Muna Melawan

Ratusan mahasiswa Akper Muna yang memilih mengikuti mantan direkturnya Santi SKEB NS

RAHA,BKK – Ada pemandangan yang tidak lazim terjadi di Akademi Keprawatan (Akper) Muna   kemarin. Santi yang merupakan mantan direktur di kampus tersebut, tidak menerima masuknya direktur baru sebagai penggantinya berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Bupati Muna LM Rusman Emba ST nomor 56 tahun 2017.

Kata Santi, dia bingung apa dasar Bupati Muna mengeluarkan SK pengangkatan Direktur Akper yang baru. Sementara, berdasarkan surat yang dikeluarkan mantan PJ Bupati Muna Drs Zayat Kaimoeddin menyebutkan bahwa pemerintah daerah (Pemda) tidak dibolehkan mengelola perguruan tinggi. Hal ini juga berdasarkan Undang Undang (UU) nomor 23 tahun 2015 tentang pemda.

“Kita heran dengan SK bupati mereka itu. Apa dasarnya hingga mengeluarkan SK untuk  mengambil alih  pengelolaan kampus ini, sementara aturannya jelas bahwa pemda itu tidak dibolehkan lagi mengelola penguruan tinggi,” teriaknya.

Akper Muna saat ini, akunya, beraviliasi ke Yayasan Sowite Muna. Mahasiswa di kampus itu pun akan dikuliahkan di Akbid Paramata.

Santi juga mengatakan, pihaknya punya waktu singkat untuk beraviliasi ke Yayasan  Sowite agar mahasiswa Akper Muna bisa ikut study banding dan dapat menerima mahasiswa baru pada  Mei 2017.

“Tapi bagaimana anak anak mau kuliah, kalau legaliatas kita tidak ada, makanya kita segera bergabung ke Yayasan Sowite,” pungkas Santy.

Sementara itu Direktur Akper Muna yang baru, La Ode Ondo AMK SE ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku heran dengan tindakan Santi.

“Saya ini bertugas ke Akper Muna ini membawa SK bupati tentang mengangkatan saya sebagai direktur yang baru,” ujarnya.

Ia mengaku merasa lucu dengan ulah Santi yang malah mempengaruhi sebagian mahasiswa agar jangan tunduk pada keputusan Pemda Muna. Bahkan mengajak mahasiswa harus mengikuti dirinya untuk pindah kuliah ke kampus lain.

“Kasian mahasiswa kita disini, ditarik tarik oleh oknum tertentu. Kalau ingin punya masa depan yang jelas, harus ikut pemerintah derah, masa ikut oknum itu,” kata La Ode Odo di hadapan ratusan mahasiswa Akper yang tetap bertahan dikampus tersebut.

Di tempat sama, Ketua Senat Akper Muna, Rinto ketika dikonfirmasi atas kejadian miris dikampusnya itu mengaku bingung dengan apa yang terjadi.

“Saya bingung kejadian ini. Saya tidak tahu harus mengikut kemana. Tapi yang jelas, kami mau ikuti yang bisa menjamin mada depan kami secara jelas. Jadi kami minta ada penjelasan dari Pemda Muna terkait masa depan kami,” kata Rinto.

Pantauan wartawan koran ini, kemarin sempat terjadi aksi boikot dari sejumlah mahasiwa Akper yang memilih mengikuti  Santi dari pada La Ode Ondo.  Bahkan sempat terjadi aksi penolakan dari sebagian mahasiwa pro Santy saat  La Ode Ondo bersama Sekretaris Dinkes Muna, Hasdiman Maai SKM MKes dan sejumlah dosen dan mantan dosen Akper  datang untuk memberitahukan bahwa kepegurusan kampus Akper telah berganti.

Aksi yang sama juga diperlihatkan  sejumlah mahasiswa yang pro La Ode Ondo yang memilih  bertahan dikampus Akper tersebut. (R1/nur)

To Top